Kementerian ESDM Sebut 57% SPBU Pertamina sudah Menjual B50

Mela Syaharani
10 Juli 2026, 11:09
B50, biodiesel, SPBU, Pertamina
Youtube Sekretariat Presiden
Peluncuran program Mandatori Biodiesel 50% atau B50 di SPBU Pertamina yang ada di Rest Area KM 57 Cikampek, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Pertamina mulai menyalurkan bahan bakar B50 di 57% stasiun bahan bakar umum (SPBU) yang dikelola mereka. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, jumlah SPBU yang dikelola Pertamina Patra Niaga mencapai 13.603 unit pada kuartal pertama 2025.

“B50 sudah ada di 57% SPBU Pertamina,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati maupun hewani dan dapat digunakan sebagai pengganti sebagian solar pada mesin diesel. Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. 

Dia mengatakan penyaluran ini dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatra, sebagian Sulawesi. 

“B50 sudah disalurkan beberapa titik mulai 1 Juli. Di wilayah Cikampek sudah B50 semua, termasuk di Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Eniya mengatakan walaupun implementasi B50 sudah resmi dimulai, ada waktu transisi hingga 30 September 2026. Hal ini dilakukan karena saat ini masih ada stok B40 di berbagai badan usaha BBM, baik itu Pertamina ataupun swasta.

Pertamina sebagai pemilik SPBU terbanyak di Indonesia dapat menghabiskan sisa stok B40 dalam dua bulan. Sementara itu, 34 badan usaha swasta yang mencampur B50 memerlukan waktu tiga bulan untuk menghabiskan B40.

Eniya mengatakan hingga saat ini belum ada angka pasti volume FAME atau molekul utama biodiesel yang dibutuhkan hingga akhir tahun. Saat ini, dalam Keputusan Menteri ESDM volume FAME dalam B50 masih ditetapkan dalam angka rentang.

“Hitungannya 16,7-18 juta kilo liter, ini bergerak terus angkanya. Angka minimal yang bisa kami keluarkan itu (volume) 16,7 juta kilo liter tapi kalau bisa mencapai lebih dari itu bagus,”  ucapnya.

Negara Pertama yang Menerapkan B50

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program mandatori Biodiesel 50% atau B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7). Ia menyebut Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50. 

“Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden. 

Prabowo mengatakan pemerintah telah mendorong percepatan penggunaan biodiesel sejak sebelum dirinya dilantik sebagai presiden. Setelah menjabat, ia melanjutkan upaya tersebut dengan meminta jajarannya meningkatkan bauran biodiesel dari B40 hingga menargetkan B100.

Ia menyebut para menteri meyakinkannya bahwa implementasi B50 memungkinkan Indonesia tidak impor solar lagi dari luar negeri. "Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...