Pertamina Siapkan Infrastruktur Bensin E20, Target Selesai pada 2028

Kamila Meilina
11 September 2026, 14:23
Pertamina, bioetanol, E20
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Petugas duduk di dekat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung rencana penerapan kebijakan mandatori bioetanol E20 atau penggunaan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan persiapan dilakukan seiring rencana pemerintah menerapkan penggunaan etanol pada seluruh produk gasoline dalam 1-2 tahun ke depan atau pada 2028 mendatang.

"Rencananya juga saat ini pemerintah sedang menggodok kebijakannya dan insyaAllah mungkin dalam 1-2 tahun ke depan semua produk gasolin akan berbasis etanol," kata Eko di kawasan Terminal Rewulu Pertamina, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (11/9). 

Pemerintah menargetkan mandatori E5 alias pencampuran bioetanol sebesar 5% ke dalam bahan bakar bensin. Angka ini akan ditingkatkan menjadi E10 atau 10% bioetanol ke dalam bensin pada 2027 dan E20 atau 20% campuran bioetanol dalam bensin pada 2028.

Salah satu produk yang telah disiapkan Pertamina untuk mendukung penggunaan etanol pada BBM adalah Pertamax Green 95. Produk itu merupakan gasoline berbasis etanol yang telah didistribusikan Pertamina selama sekitar tiga tahun.

Saat ini, distribusi Pertamax Green 95 masih terbatas di Pulau Jawa, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan sebagian wilayah DKI Jakarta. Pasokan produk tersebut antara lain berasal dari Terminal Surabaya.

Produksi etanol untuk Pertamax Green 95 saat ini masih dipasok oleh Enero, perusahaan yang memproduksi etanol di Mojokerto, Jawa Timur.

"Pertamax Green 95 ini berbasis etanol. Sejak tahun mungkin sudah tiga tahun terakhir kami mendistribusikan Pertamax Green 95 dan saat ini baru berjalan di Pulau Jawa saja," ujarnya.

Infrastruktur Terminal

Selain distribusi produk, Pertamina juga menyiapkan infrastruktur terminal untuk mendukung ekosistem penggunaan etanol. Persiapan tersebut dilakukan agar fasilitas terminal dapat menangani kebutuhan etanol yang akan digunakan dalam produk bensin.

"Kita sedang siapkan bersama persiapan dari sisi sarana fasilitas terminal. Ini harus benar-benar bagus dan kita juga menyiapkan disesuaikan," kata Eko.

Di sisi pasokan, Pertamina juga melihat potensi pengembangan sumber etanol domestik. Eko menyebut terdapat rencana pembangunan tiga hingga empat pabrik etanol baru untuk mendukung ekosistem tersebut.

"Walaupun ada rencana pengembangan tiga sampai empat pabrik etanol baru untuk support ekosistem sendiri," ujarnya.

Eko menilai penggunaan etanol dalam BBM gasoline menjadi bagian dari proses transisi energi, khususnya melalui pemanfaatan bahan nabati sebagai campuran bahan bakar.

"Ini juga salah satu yang nanti bagian dari transisi shifting energi juga atau penggunaan nabati berbasis etanol untuk BBM, khususnya yang BBM gasolin," kata Eko.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...