Harga Minyak Turun di Tengah Peluang Kesepakatan AS dan Iran

Mela Syaharani
25 September 2026, 08:57
Harga Minyak Turun
ANTARA
Harga Minyak Turun
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak acuan dunia turun setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan sedang menjajaki kesepakatan bertahap yang berpeluang membuka kembali Selat Hormuz.

Harga Brent turun 0,5% menjadi US$ 106,10 per barel pada pukul 08.10 waktu Singapura. Sementara itu harga West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 0,7% lebih rendah di US$ 93,91 per barel.

Sumber Bloomberg mengatakan AS dan Iran tengah mendorong diskusi di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kendati demikian, harga minyak mentah berada dalam volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir, ketika konflik antara Washington dan Teheran mendekati akhir bulan ketujuh. 

Harga minyak terombang-ambing oleh sinyal yang beragam mengenai prospek perang, indikasi peningkatan arus pasokan dari Timur Tengah, serta spekulasi bahwa AS mungkin melarang ekspor diesel. Sepanjang tahun ini, harga Brent masih naik lebih dari 70%, sehingga meningkatkan tekanan inflasi.

“Brent kemungkinan akan bertahan di sekitar US$100-110 per barel kecuali terjadi perubahan material. Kesepakatan bertahap yang kredibel dapat mendorong harga kembali di bawah US$ 100 per barel dengan cukup cepat, sementara kegagalan lain dalam rantai ekspor atau logistik dapat kembali membuka peluang harga mencapai US$ 120 per barel,” kata chief investment officer di Karobaar Capital LP, Haris Khurshid, dikutip dari Bloomberg, Jumat (25/9).

Selat Hormuz merupakan jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Rute ini telah menjadi pusat konflik di Timur Tengah. 

Republik Islam Iran bersikeras bahwa mereka memiliki kendali berdaulat atas jalur tersebut, yang pada masa damai biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam global setiap hari. Di sisi lain, AS menyatakan status jalur tersebut tidak boleh diubah, sembari memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump tetap terbuka untuk berbicara dengan Iran, tetapi menegaskan AS tidak perlu bernegosiasi karena berada dalam posisi kuat berkat kampanye sanksi dan blokade yang diberlakukan. Pemimpin AS tersebut memulai perang pada akhir Februari dengan melancarkan serangan bersama Israel, yang bertujuan untuk mengakhiri program nuklir Teheran.

Kini perang di kawasan tersebut bukan lagi soal AS-Iran, sebab semakin banyak negara yang mengerahkan pasukan. Arab Saudi mencegat rudal yang ditembakkan menuju pelabuhan Laut Merah Yanbu dan Kota Taif, ketika kelompok militan Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangan terhadap kerajaan tersebut. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya akan mengerahkan pasukan untuk membantu mengamankan fasilitas energi Saudi.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...