Shell Umumkan Pengalihan Bisnis SPBU Berlaku Efektif 30 Oktober 2026

Mela Syaharani
9 Oktober 2026, 14:12
Pengendara sepeda motor melintas di SPBU Shell, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di jaringan Stasiun Pengi
Katadata/Fauza Syahputra
Pengendara sepeda motor melintas di SPBU Shell, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Shell Indonesia mengumumkan bahwa proses pengalihan bisnis SPBU mereka ke pemilik baru akan berlaku mulai akhir bulan ini. Hal ini disampaikan perusahaan melalui email kepada para pelanggan.

Perusahaan itu mengatakan telah menyetujui pemisahan usaha dan pengalihan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia yang berada di bawah Sefas Group.

“Setelah proses pengalihan selesai, perubahan terkait transisi ini akan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026,” tulis perusahaan dalam email tersebut, dikutip Jumat (9/10).

Meski SPBU kini tak dikelola oleh anak usaha Shell plc, perusahaan menyebut SPBU Shell akan tetap ada di Indonesia.

“Melalui perjanjian lisensi merek, dengan produk bahan bakar yang tetap akan dipasok oleh Shell dengan standar kualitas yang tidak berubah,” ujar mereka.

Kendati demikian, karena ada perubahan operator maka terjadi pengalihan data keanggotaan. Masyarakat yang menjadi anggota Shell GO+ akan dialihkan pengendaliannya ke PT Isla Energy Indonesia sesuai dengan kebijakan privasi yang berlaku.

Tak hanya keanggotaan, perubahan ini juga membuat hadirnya aplikasi baru, dari Shell Asia ke Shell GO+ Indonesia.

Resmi Akuisisi

Sefas Group sebelumnya telah sepakat untuk mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia. Perusahaan menyebut Sefas akan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya. 

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar CEO SEFAS Group, Ricky Roesli dalam siaran pers, Rabu (19/8). 

Rencana akuisisi bisnis SPBU sudah diungkapkan PT Shell Indonesia, pada tahun lalu. Anak perusahaan Shell plc (Shell), ini telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis kepada Sefas Group.

Rencana akuisisi bisnis SPBU sudah diungkapkan PT Shell Indonesia, pada tahun lalu. Anak perusahaan Shell plc (Shell), ini telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis kepada Sefas Group.

Ricky menyebut kepemilikan SPBU Shell ini memberikan landasan kuat bagi perusahaan untuk bisa mengembangkan bisnis ke tahap selanjutnya. Dia menyebut perusahaan berambisi untuk membangun salah satu bisnis ritel energi yang terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia. 

Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang. 

“Sefas merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” ujar Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...