Harga Minyak Dunia Sentuh US$115 per Barel di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Muhamad Fajar Riyandanu
26 Oktober 2026, 07:03
Pekerja berjalan di kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Pekerja berjalan di kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak mentah dunia turun hampir US$1 per barel pada perdagangan awal Senin (26/10). Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir enam bulan.

Pelemahan tipis harga minyak ini juga terjadi setelah harga minyak melonjak pada akhir pekan lalu akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 93 sen atau 0,8% menjadi US$115,79 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 99 sen atau 0,96% menjadi US$102,28 per barel pada pukul 23.15 GMT, atau Senin pukul 06.15 WIB.

Harga minyak sebelumnya ditutup menguat mendekati US$ 117 per barel pada perdagangan Jumat (23/10). Kenaikan tersebut dipicu oleh serangan kelompok Houthi di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak.

Minyak mentah acuan global tersebut ditutup naik 3,1% pada US$ 116,72 per barel. Brent mengalami kenaikan harga 6% sepanjang pekan ini. Sementara itu, WTI ditutup naik 3,8% pada US$ 103,27 per barel di New York.

Harga Brent telah naik lebih dari 85% sepanjang tahun ini akibat perang AS-Iran, yang kini mendekati bulan kesembilan. Harga produk minyak olahan meningkat lebih cepat, terutama solar. Namun, belakangan ini, arus minyak yang melewati Selat Hormuz melonjak sehingga menekan pasar minyak fisik, meskipun harga kontrak berjangka terus naik.

Eskalasi Timur Tengah meningkat saat kelompok militan Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini terhadap pelabuhan Yanbu di Laut Merah, Arab Saudi.

Kelompok tersebut juga bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap ladang minyak dan bandara di kerajaan tersebut. “Kekhawatiran akan eskalasi konflik selama akhir pekan turut mendorong kenaikan harga. Para pedagang merasa cemas, meskipun para analis geopolitik meremehkan kemungkinan tersebut,” kata pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (24/10).

==

https://www.reuters.com/business/energy/oil-prices-down-almost-1-early-trading-2026-10-25/

https://katadata.co.id/berita/energi/6adc256830695/harga-minyak-dekati-us-117-per-barel-pekan-ini-tertinggi-sejak-april

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...