Indonesia akan Memimpin Pasar Perdagangan Karbon Dunia

Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
30 Agustus 2021, 12:38
ICDX
ICDX

Voluntary market adalah tempat perusahaan yang telah membuat komitmen nol-karbon membeli offset mereka, dan banyak perusahaan terbesar dunia sekarang menjadi bagian dari gerakan ini. Indonesia, bersama dengan Brasil, memiliki potensi terbesar di dunia untuk menghasilkan carbon offset, jauh lebih besar daripada negara lain.

Jika seluruh pihak bekerja sama, Indonesia dapat menghasilkan carbon offset pada tingkat yang melebihi komitmen NDC yang adil, dan dapat menjualnya ke seluruh dunia. Sebuah laporan pemerintah Indonesia tahun 2018 menyatakan bahwa Indonesia dapat menghasilkan 500 juta ton offset per tahun – dan ini dengan asumsi harga yang agak rendah, dengan offset yang dihasilkan sebesar USD2 per ton CO2 (lebih banyak proyek offset bisa dijalankan bila dengan biaya yang lebih tinggi). Berapa nilainya akan tergantung terutama pada tindakan pemerintah. Pemerintah terakhir menerima USD5 per ton, di bawah proyek REDD+.

Advertisement

Di mandatory market Eropa, harga sekarang berada di USD65 per ton, dan di voluntary market, harga diharapkan meningkat menjadi setidaknya USD20 pada tahun 2030, dan USD50 pada tahun 2050. Untuk memperoleh harga yang menarik di voluntary market, pemerintah dapat memanfaatkan bursa komoditi yang sudah ada untuk mulai beroperasi, menawarkan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh produsen carbon offset Indonesia dan pembeli mereka (seperti fungsi penyimpanan yang efisien serta kontrak berjangka).

Sementara itu, untuk dapat menjual ke mandatory market internasional dengan harga tertinggi, Indonesia akan membutuhkan bursa komoditi domestik untuk mengumpulkan penawaran dan permintaan, serta kebijakan iklim yang dianggap adil dan efektif oleh masyarakat internasional.

Kesimpulannya, dengan memanfaatkan kekuatan bursa komoditi yang terorganisir, Indonesia dapat meminimalkan biaya adaptasi iklim dan memaksimalkan peluangnya. Harus diakui bahwa menyiapkan dan mengelola bursa seperti yang disebutkan mahal. Tetapi Indonesia tidak perlu membuat bursa baru – infrastruktur bursa yang diatur sudah ada di Indonesia, dan dapat bergerak ke pelaksanaan lelang carbon allowances serta mandatory market dan voluntary market yang sangat cepat.

Sebagai bursa komoditi, ICDX akan berpartisipasi mewujudkan pasar perdagangan karbon yang adil dan transparan di Indonesia. Kredit karbon sendiri secara internasional diakui sebagai komoditas. Dengan ekosistem dan infrastruktur yang dimiliki, ICDX akan menyempurnakan pasar karbon Indonesia dan memaksimalkan potensinya di skala internasional. Indonesia harus bergerak cepat. Waktu yang hilang adalah peluang yang terbuang, sehingga yang dirasakan hanya beban pajak karbon, dan proyek carbon offset yang berdampak tinggi di daerah pedesaan Indonesia, khususnya di provinsi-provinsi terpencil, akan tetap tidak terealisasi.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement