Pasokan Dalam Negeri Berlebihan, Indonesia Ekspor Ayam ke Singapura

Andi M. Arief
13 Juli 2022, 12:58
ekspor, ayam
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.
Sopir berjalan di samping mobil pengangkut ayam pedaging tujuan Kabupaten Buol di Desa Kotarindau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (10/5/2021).

Kementerian Pertanian melepas ekspor produk unggas perdana ke Singapura sebanyak 50 ton atau senilai Rp 2 miliar. Ekspor produk unggas tersebut dilakukan oleh PT. Charoen Pokhpand Indonesia (CPI) dalam bentuk daging ayam beku dan daging ayam olahan.

CPI memiliki komitmen ekspor sebanyak 1.000 ton hingga akhir 2022 yang akan dikirim secara bertahap. Volume ekspor unggas tersebut akan terus bertambah menyesuaikan kondisi pasar Singapura.

“Ekspor ini membuktikan Indonesia semakin mendapat kepercayaan dunia, kesiapan produk - produk pertanian kita, lebih khusus produk ternak kita layak dan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pasar ekspor,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan resmi, Rabu (13/7).

Pada kesempatan yang sama, Yasin juga melepas produk olahan unggas ke Jepang dan karkas ayam ke Timor Leste. Masing-masing volume ekspor tersebut mencapai 12 ton atau senilai Rp 1 miliar.

Yasin mengatakan produk peternakan nasional diakui memiliki jaminan keamanan pangan yang berkualitas dengan pelepasan ekspor hari ini. Dia berharap ekspor yang dilakukan CPI dapat membuka jalan bagi produk peternakan di dalam negeri menembus pasar ekspor negara lainnya.

Saat ini, komoditi unggas Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan rencana produksi 2022 mencapai 3.884.799 ton untuk daging ayam dan 5.925.386 ton untuk telur.

“Perkembangan (produksi) unggas dan telur jumlahnya cukup luar biasa dan tercatat over stock. Kenapa tidak kita dorong (menembus pasar ekspor)? Tentunya dengan tetap menempatkan kepentingan nasional diatas segalanya,” kata Syahrul.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan kondisi surplus menjadi modal bagi Indonesia untuk mempromosikan produknya ke luar negeri, terutama dengan jaminan kesehatan hewan dan jaminan pangan sesuai standar Internasional. Kerja sama perdagangan dengan Singapura dinilai akan membuka peluang yang positif bagi Indonesia untuk dapat meluaskan pasar ke negara Asia lainnya.

Presiden Komisaris CPI Hadi Gunawan mengatakan beberapa produk perseroan telah masuk ke pasar ekspor, seperti olahan unggas, pakan ternak ayam, dan anak ayam umur sehari (day old chick/DOC). Selain itu, CPI juga telah memiliki beberapa sertifikat berstandar internasional, seperti sertifikasi Halal, GMP (Good Manufacturing Practice), FSSC 22000 dan memiliki NKV (Nomor Kontrol Veteriner).

Maka dari itu, Hadi mengatakan CPI telah masuk ke beberapa pasar ekspor, seperti Jepang, Papua Nugini dan Timor Leste dan Qatar. Hadi berharap CPI dapat menjadi pembuka jalan bagi produk unggas domestik lainnya untuk menembus pasar dunia dengan masuknya CPI ke pasar Singapura.

Sebelumnya, Badan Pangan Singapura (Singapore Food Agency/SFA) mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi disetujui sebagai pemasok baru daging ayam beku, dingin, dan olahan untuk negeri tersebut. Hal itu bertujuan untuk diversifikasi sumber makanan baru sehingga mendukung ketahanan pangan Singapura.

Dengan realisasi ekspor ayam ke Singapura hari ini, Indonesia bergabung dengan negara lainnya yang lebih dulu mengekspor ayam ke Singapura seperti Brasil, Thailand, dan Australia.

SFA menegaskan bahwa ayam hanya dapat diimpor dari sumber yang terakreditasi oleh SFA. Tujuannya untuk memastikan bahwa sumber tersebut memiliki sistem, proses, dan kemampuan untuk memenuhi memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan hewan Singapura.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...