Menperin Akui Kinerja Industri Melambat, Kontribusi pada PDB Menurun

Nadya Zahira
16 Juni 2023, 16:34
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/12/2022). Raker tersebut membahas realisasi anggaran Kementerian Perindustrian triwulan III tahun anggaran
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/12/2022). Raker tersebut membahas realisasi anggaran Kementerian Perindustrian triwulan III tahun anggaran 2022, serta strategi peningkatan daya saing industri pembangunan kapal, kedirgantaraan didalam negeri, pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, serta kebijakan percepatan kendaraan listrik dan industri baterai di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewaspadai kinerja industri dan ekspor industri pengolahan menurun pada awal 2023. Kinerja industri masih akan menghadapi tantangan pada Semester II 2023.

Kondisi itu tercermin dari PMI Manufaktur dan Indeks Keyakinan Industri yang melambat dalam tiga bulan terakhir. Namun demikian, kedua indikator tersebut masih berada di level ekspansi.

"Baik PMI maupun IKI, bisa menjadi alert kita sebagaimana indikator kinerja makro industri seperti perkembangan pertumbuhan industri pada triwulan I 2021 sampai Triwulan I 2023 terlihat stagnan. Begitu pula kontribusinya pada PDB cenderung melambat," kata Agus dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Jumat (16/6).

Kementerian Perindustrian merilis IKI Mei 2023 sebesar 50,90 poin. Angka ini turun 0,48 poin dibandingkan April 2023 yang mencapai 51,38 poin. Capaian April 2023 juga sebenarnya mengalami penurunan jika dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 51,87 poin. 

Agus mengatakan, pertumbuhan ekspor industri pengolahan juga cenderung melambat bila dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu juga pertumbuhan investasi manufaktur yang masih terlihat fluktuatif.

Dia mengatakan, kinerja industri masih menghadapi banyak tantangan. Tantangan pertama yaitu suplai, baik dari segi kompleksitas produk, daya saing produk, produktivitas tenaga kerja, adopsi teknologi, dan kemampuan inovasi.

Tantangan selanjutnya adalah akses bahan baku/penolong, skill sumber daya manusia, tantangan produk Impor, pengolahan limbah B3, logistik, dan data industri.

Kontribusi pada PDB Terus Turun

Agus mengatakan, pengalaman negara lain menunjukkan bahwa industri memegang peranan penting untuk peningkatan PDB per kapita. Korea Selatan dan Singapura masih menunjukkan peningkatan kontribusi industri pada produk domestik bruto atau PDB ketika sudah menjadi negara maju.

Sementara kontribusi industri pada PDB Indonesia mengalami tren penurunan setelah sempat booming di tahun 2002.

"Maka dari itu diperlukan peningkatan kontribusi industri pada PDB melalui perbaikan struktur ekonomi dalam agenda transformasi ekonomi," ujarnya.

Agus menargetkan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 6,4%, dan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB sebesar 19,2% pada 2025. Dia juga menargetkan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas terhadap total ekspor sebesar 78% pada 2025.

Agus mengakui target tersebut bukan sesuatu hal yang mudah untuk dicapai. Namun, dia berharap kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB bisa kembali mencapai 20%. 

"Dan mimpi kita untuk menjadi negara industri tangguh dapat tercapai," kata Agus.

Kontribusi industri terhadap PDB terus turun di bawah 20 persen sejak kuartal III 2017. Berikut perkembangannya seperti tertera dalam grafik. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nadya Zahira

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...