Jokowi Tinjau Pasar Induk Cipinang: Saya Lihat Stoknya Melimpah
Presiden Joko Widodo meninjau Pasar Induk Beras Cipinang di Jakarta Timur untuk memastikan ketersediaan stok beras. Ia menyebut stok beras di pasar induk tersebut melimpah saat ini.
"Saya ingin pastikan beras yang ada di sini tersedia, jumlahnya cukup dan saya melihat melimpah," kata Presiden Jokowi seusai meninjau ketersediaan beras di Pasar Cipinang pada Kamis (15/2), seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa stok beras yang masuk ke Pasar Cipinang akan didistribusikan ke ritel, pasar tradisional, hingga toko beras, baik di wilayah Jakarta maupun daerah.
Menurut Presiden, kenaikan harga beras terjadi karena produksi panen beras dari daerah belum masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang. Selain itu, distribusi beras juga terganggu, salah satunya dipengaruhi oleh banjir rob yang melanda Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah.
Jokowi pun memerintahkan Perum Bulog untuk memasok beras dari produksi sejumlah daerah ke Pasar Cipinang, sambil menunggu panen raya untuk menambah stok cadangan beras.
"Urusan banjir di Demak, di Grobogan itu memengaruhi, tapi saya kira sudah diselesaikan lewat pengiriman dari Bulog juga ke daerah, Bulog ke Pasar Induk Cipinang, nanti dilihat, saya kira dalam seminggu, dua minggu ini saya rasa akan sedikit turun," kata Jokowi.
Berdasarkan situs resmi Pasar Induk Beras Cipinang, stok beras per 14 Februari 2024 mencapai 33.378 ton dengan harga rata-rata Rp13.762 per kilogram. Sementara itu, Perum Bulog mencatat saat ini stok beras mencapai 1,18 juta ton yang dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan beras nasional hingga April 2024.
Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid pada awal bulan ini menyebut, kenaikan harga beras pada Januari 2024 didorong oleh dua faktor, yakni data pemerintah terkait stok nasional dan pembelian oleh partai politik untuk kampanye.
Menurut dia, pasokan beras dari daerah pada bulan lalu turun signifikan. Pada kondisi normal, jumlah truk yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang adalah 200-300 truk per hari. Namun, jumlahnya saat ini kurang dari enam truk per hari.
Ia menduga hal tersebut disebabkan oleh minimnya produksi di daerah produsen beras. Badan Pangan Nasional mendata produksi beras pada Januari 2024 diproyeksikan hanya 930 ribu ton atau susut 30,59% secara tahunan.
Kondisi stok beras juga diperburuk dengan masa kampanye menjelang Pemilu 2024. Zulkifli mengatakan, partai politik mulai menyerap beras dari berbagai sumber untuk menjadi alat peraga kampanye saat ini.
