Apindo Sebut Meredanya Perang Dagang AS-Cina Berdampak Positif ke Indonesia

Mela Syaharani
14 Mei 2025, 16:57
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani, perang dagang
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Pengusaha Indonesia menilai meredanya perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat mendatangkan setidaknya dua dampak bagi Indonesia. Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani mengatakan dampak yang pertama adalah memulihkan arus dagang kedua negara.

“Hal ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan global, memperbaiki persepsi risiko terhadap emerging markets serta menstabilkan harga komoditas,” katanya saat dihubungi Katadata.co.id, Rabu (14/5).

Dampak yang kedua, memperkuat kembali posisi kompetitif produk asal Cina di pasar AS dan global, termasuk di kawasan yang juga menjadi pasar utama ekspor Indonesia. “Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan kompetisi terhadap daya saing produk nasional, khususnya yang berada dalam segmen yang sama,” ujarnya.

Dia menyebut Indonesia tentu berharap ketegangan perdagangan global yang selama ini menimbulkan ketidakpastian dan tekanan terhadap rantai pasok global bisa mereda.

Apindo akan terus memonitor dan mencermati dengan seksama perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan mitra-mitra dagangnya, termasuk kesepakatan terbaru dengan Cina yang memangkas tarif resiprokal secara signifikan selama 90 hari. 

Sikap yang Harus Diambil Indonesia

Dalam konteks perang tarif perdagangan global ini, Shinta mengatakan, Indonesia perlu segera mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, mempercepat diversifikasi pasar dan produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada pasar-pasar tertentu.

Kedua, mendorong percepatan reformasi struktural di sektor industri guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional. Ketiga, memperkuat diplomasi dagang, termasuk dengan mengoptimalkan berbagai skema perjanjian perdagangan yang sudah ada maupun yang tengah dinegosiasikan.

Adapun terkait perkembangan negosiasi antara Indonesia dan AS, Apindo memahami proses perundingan merupakan kesepakatan antar pemerintah (G2G) dan sedang terus berjalan intensif sesuai dengan kerangka waktu yang disepakati oleh kedua negara. 

Apindo menghormati strategi negosiasi dan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah.  “Dunia usaha telah menjalankan peran kami dengan mengidentifikasi peluang-peluang konkret dan menyampaikan masukan sesuai kondisi di lapangan,” ucapnya.

Shinta mengatakan Apindo dan dunia usaha saat ini fokus untuk membenahi struktural di dalam negeri, terutama deregulasi yang memang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam berusaha. 

Dia menyebut hal ini bukan hanya menjadi perhatian dari AS atau mitra dagang lainnya, tapi memang paling penting yang dirasakan oleh pelaku usaha di Indonesia.

“Karena itu, kami terus mendorong percepatan agenda deregulasi dan debirokratisasi, serta berharap agar pembentukan Satuan Tugas Deregulasi yang pernah dibahas bisa segera bekerja dan melibatkan kalangan dunia usaha secara aktif,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...