Strategi Mendag Hadapi Banjir Produk Impor AS Usai Kesepakatan Tarif Trump

Mela Syaharani
23 Juli 2025, 15:50
Impor
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.
Menteri Perdagangan Budi Santoso melihat barang bukti telepon pintar rakitan saat pengungkapan hasil pengawasan produk impor di Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Kementerian Perdagangan menyita 5.100 unit telepon pintar rakitan bekas dan 747 koli aksesori gawai yang diduga merupakan hasil impor ilegal dari China dan dipasarkan melalui sejumlah platform e-commerce dengan total nilai temuan mencapai Rp17,6 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan sejumlah strategi yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi potensi banjir produk impor dari Amerika Serikat (AS). Hal ini merupakan imbas dari kesepakatan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, di mana Indonesia dikenakan tarif sebesar 19%.

Strategi pertama adalah melalui negosiasi. Dari hasil perundingan, tarif yang semula 32% berhasil kita turunkan menjadi 19%. Kedua, pemerintah akan mencari pasar baru untuk produk Indonesia.

“Misalnya dengan kesepakatan dagang di beberapa negara termasuk kawasan seperti IEU-CEPA,” kata Budi Santoso saat ditemui di Cililitan, Jakarta Timur (23/7).

Menurut Budi, perluasan pasar menjadi langkah penting mengingat Indonesia memiliki cakupan pasar yang besar. Strategi serupa juga dilakukan negara-negara lain yang terkena kebijakan tarif Presiden Trump,” ujarnya.

Selain memperluas pasar, pemerintah juga berfokus pada peningkatan daya saing produk dalam negeri. “Kalau masyarakat sudah cinta dan memakai produk dalam negeri, maka secara otomatis tidak menggunakan produk asing,” kata Budi.

Budi menambahkan, strategi lain yang akan ditempuh adalah meningkatkan ekspor dan menarik investasi. Hal ini mempertimbangkan banyak pihak yang ingin berinvestasi di Indonesia. Salah satunya Cina.

"Investasi ke Indonesia untuk bisa memproduksi dan mengekspor produk. Mereka mengatakan, kita mempunyai akses pasar ke Uni Eropa sehingga bagus untuk potensi ekspor," ujarnya.

Meski dalam kesepakatan dengan AS terdapat penghapusan hambatan non-tarif, Budi menegaskan kebijakan tersebut tidak berlaku untuk semua produk. “Itu tidak untuk semua produk, nanti akan dijelaskan lebih lanjut dalam kesepakatan,” katanya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan penurunan tarif perdagangan untuk barang asal Indonesia yang masuk ke AS dari 32% menjadi 19%. “Kesepakatan ini memberikan akses pasar bagi AS di Indonesia yang sebelumnya dianggap mustahil serta membuka peluang besar di sektor manufaktur, pertanian, dan digital,” tulis Joint Statement di laman resmi The White House, Senin (22/7).

Adapun daftar poin penting dalam kesepakatan perdagangan Indonesia-AS antara lain:

  • Menghapus Hambatan Tarif
  • Penurunan Tarif Trump
  • Merundingkan Manfaat Perjanjian 
  • Menghapuskan Hambatan Non-Tarif
  • Mengatasi Hambatan Produk Pertanian AS 
  • Mengatasi Hambatan Investasi Digital 
  • Bergabung dengan Forum Global Kelebihan Baja 
  • Melindungi Hak Buruh 
  • Perlindungan Lingkungan Hidup
  • Menghapus Pembatasan Ekspor Komoditas Industri ke AS 
  • Memperkuat Kerja Sama Keamanan Nasional 
  • Kesepakatan Komersial

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...