Menperin Sebut Subsidi Motor Listrik Berlanjut, tapi Masih Kaji Besar Insentif
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan nasib penyaluran subsidi sepeda motor listrik ada di tangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurutnya, faktor yang belum ditentukan oleh kementerian di kawasan Lapangan Banteng tersebut adalah besaran subsidi yang akan diberikan per sepeda motor listrik.
Menurutnya, subsidi tersebut dapat berlangsung hanya sampai akhir tahun ini atau berlanjut hingga akhir tahun depan. Adapun skema subsidi motor listrik telah siap dijalankan dalam waktu dekat setelah ada keputusan besaran subsidi tersebut.
"Konsep, skema, dan hal-hal lain terkait subsidi sepeda motor listrik sudah kami selesaikan. Begitu kantor di Lapangan Banteng menetapkan besaran subsidinya, tinggal jalan," kata Agus di Gedung DPR, Rabu (3/9).
Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono mengaku masih berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait sebelum menerbitkan insentif sepeda motor listrik. Koordinasi berbentuk rapat formal, surat resmi, hingga komunikasi informal.
Meski demikian, ia mensinyalir anggaran subsidi sepeda motor listrik tidak menjadi rintangan. Menurutnya, anggaran insentif tersebut dapat disediakan dari tiga jalur, yakni perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara 2025, revisi anggaran Kemenperin, maupun penambahan anggaran oleh Kementerian Keuangan.
"Kami masih menunggu arahan terkait penerbitan aturan insentif sepeda motor listrik. Namun kami berharap kebijakan tersebut terbit tahun ini karena sudah jadi kebutuhan industri," kata Tunggul di kantornya, Senin (25/8).
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan subsidi sepeda motor listrik secepatnya terbit bulan ini. Anggaran insentif tersebut mencapai Rp 250 miliar untuk sekitar 36.000 unit motor listrik.
Faisol menjelaskan, subsidi motor listrik akan diberikan setelah masa libur sekolah berakhir. Namun, dia belum bisa memastikan waktu berakhirnya subsidi motor listrik tersebut. Kendati demikian, pemberian subsidi motor listrik tersebut sudah disetujui Kementerian Keuangan.
Nilai subsidi motor listrik pada 2023 mencapai Rp 1,75 triliun, sedangkan pada 2024 mencapai Rp 5,25 triliun. Ada dua bentuk subsidi motor listrik pada 2023, yakni pembelian baru sebanyak 200 ribu unit dan konversi motor konvensional sebanyak 50.000 unit.
Sedangkan pada 2024, kuota pembelian baru motor listrik bersubsidi naik menjadi 600 ribu unit dan konversi motor konvensional sejumlah 150 ribu unit.
Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia atau Aismoli mendata penjualan motor listrik pada 2023 hanya 8.000 unit. Angka tersebut hanya naik menjadi sekitar 63 ribu unit pada tahun lalu.
Untuk itu, Faisol mengaku Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat enggan memberikan subsidi pembelian motor listrik pada tahun ini. "Alasannya, subsidi yang diberikan pada periode sebelumnya tidak habis terpakai," katanya.
