Pemerintah Bantah Lonjakan Impor EV Jadi Penyebab Penurunan Penjualan Mobil

Andi M. Arief
11 September 2025, 16:39
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menjadi pembicara dalam Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 dengan tema
Katadata/Fauza
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menjadi pembicara dalam Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 dengan tema Green for Resilience di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (11/9).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin menyatakan tingginya impor mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) tidak menekan industri otomotif nasional. Meski demikian, pemerintah mengakui penjualan mobil berbahan bakar fosil di dalam negeri mengalami kontraksi sejak tahun lalu.

Rachmat menjelaskan, kenaikan impor BEV utuh atau completely built up (CBU) membuat impor mobil CBU naik 3% atau bertambah 2.906 unit. Namun, penurunan impor mobil konvensional completely knocked down (CKD) sebesar 16% atau berkurang 143.843 unit justru menekan pasar.

“Apakah betul pembukaan keran impor EV CBU menurunkan performa industri otomotif di dalam negeri? Sebab, angka yang saya paparkan tidak masuk premis tersebut,” kata Rachmat dalam Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Kamis (11/9).

Ia memaparkan impor BEV CBU naik 551% dari 2.807 unit pada 2023 menjadi 18.287 unit. Pada periode yang sama, impor BEV CKD tumbuh 76% menjadi 25.049 unit. Adapun impor mobil konvensional CKD turun 17% dari 900.526 unit pada 2023 menjadi 746.889 unit tahun lalu.

Rachmat menilai pasar EV di dalam negeri besar dan sedang tumbuh, tetapi tingginya volume impor EV CBU bukan akar penurunan penjualan mobil secara umum.

“Pelaku industri otomotif konvensional perlu diperhatikan kenapa angka penjualan bisa turun sebesar itu. Apakah karena produknya, harganya, atau insentif pemerintah? Sayangnya data tidak menunjukkan karena tingginya impor EV CBU,” ujarnya.

Impor Kendaraan Listrik Melonjak

Pemerintah, kata Rachmat, akan menekan volume impor EV CBU mulai tahun depan. Insentif berupa pembebasan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah dalam Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2023 tidak akan diperpanjang setelah berakhir tahun ini.

Seperti diketahui, aturan itu mengharuskan entitas penerima insentif membangun fasilitas produksi di Indonesia dengan kapasitas yang sama dengan volume impor.

Rachmat menyebut impor EV tahun lalu naik sembilan kali lipat dari sekitar 2.000 unit pada 2023 menjadi lebih dari 18.000 unit. Tahun ini, volume impor EV CBU diproyeksikan naik lebih dari 250% menjadi 65.000 unit. Dengan demikian, total penjualan EV pada 2025 diperkirakan mencapai 100.000 unit, dengan produksi lokal sekitar 35.000 unit.

“Memang EV saat ini masih impor. Namun kami memberikan izin impor tersebut pada pelaku yang janji membangun pabrik EV di dalam negeri,” kata Rachmat.

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mempertanyakan data pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2025. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai tren penjualan mobil nasional masih menunjukkan penurunan sejak Mei 2025.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil pada Mei–Juli turun lebih dari 15% secara tahunan. Penurunan terbesar terjadi pada Juni 2025 sebesar 22,54%, sementara pada Juli 2025 penjualan turun 18,43%. “Daya beli memang belum pulih. Katanya pertumbuhan ekonomi nasional positif 5,12%, tapi realitanya penjualan mobil turun jauh dari angka itu,” ujar Kukuh.

 

 

 

 

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...