Industri mobil listrik berbasis baterai tengah bersiap memasuki era baru, menggendong kewajiban mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60% mulai 2027 mendatang.
Sejumlah raksasa otomotif memangkas investasi di bisnis kendaraan listrik menyusul penghapusan insentif pembelian dan kemungkinan perubahan besar-besaran aturan emisi.
Pemerintah mengingatkan dapat menarik bank guarantee investor jika realisasi investasi pabrik kendaraan listrik atau EV tidak terjadi, termasuk pabrikan asal Cina, BYD.
Langkah ini sekaligus membuka fase baru strategi Kargo Technologies untuk merespons meningkatnya kebutuhan akan layanan logistik yang lebih bersih, efisien, dan terintegrasi secara digital.
PT Bosch Indonesia memulai pembangunan pabrik barunya yang dapat menyerap investasi hingga EUR 259 juta atau sekitar Rp 4,84 triliun di Cikarang, Jawa Barat.
VinFast menghadirkan battery subscription dengan garansi seumur hidup untuk baterai, termasuk perawatan, perbaikan, dan penggantian penuh jika kapasitas turun di bawah 70 persen.
Pada Januari 2026, dua dari 18 produsen mobil listrik, PT VinFast Automobile Indonesia dan PT BYD Auto Indonesia, memulai operasi pabrik mereka di Indonesia.
Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor atau GIAMM menyatakan mayoritas produsen kendaraan listrik atau EV yang membangun atau bekerja sama dengan industri komponen lokal. Bagaimana kesiapannya?
Keberadaan pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, yang merupakan pusat manufaktur pertama produsen otomotif asal China di Indonesia, turut memberdayakan industri otomotif lokal.