RI Kejar Finalisasi Tarif Resiprokal AS, Sawit hingga Kakao Bisa Dapat Tarif 0%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan perundingan tarif perdagangan. Ia mengatakan, saat ini finalisasi tarif resiprokal dengan AS masih terus dikejar.
“Harapannya tentu Oktober ini bisa diselesaikan,” kata Airlangga di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa (30/9).
Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif perdagangan untuk Indonesia sebesar 19%. Namun, ketentuan ini belum berlaku karena Indonesia masih menyelesaikan proses dokumen hukum.
Ia menjelaskan, penyusunan dokumen tersebut dilakukan setelah perundingan tarif selesai dengan AS. “Sekarang kami sedang legal drafting. Jadi tunggu sampai final, kami sedang siapkan,” ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan, pemerintah juga masih berupaya mendorong agar AS menerapkan tarif 0% terhadap komoditas yang tidak ada di Negeri Abang Sam. Dia mengatakan, komoditas seperti kelapa sawit, katet, dan kakao bisa berpeluang bisa mendapatkan tarif 0% untuk diekspor ke AS.
Pemerintah juga akan mengantisipasi perluasan tarif Trump, termasuk juga untuk tarif produk furnitur hingga alat berat yang diekspor ke AS. Namun, Airlangga memastikan saat ini ekspor furnitur ke AS masih terus berjalan meski ada pembatasan.
“Ada permintaan kayu meranti kita untuk ekspor ke Amerika, ataupun misalnya kalau penutupnya bukan kain, itu juga tidak dikenakan tarif seperti yang diumumkan,” kata Airlangga.
