Kinerja Ekspor Timah Industri ke AS Jeblok Terimbas Tarif Trump

Image title
16 Oktober 2025, 06:58
timah, timah industri, ekspor, amerika serikat
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kinerja ekspor PT Timah Industri (PTTI) ke Amerika Serikat anjlok sejak diberlakukannya tarif baru oleh pemerintah AS terhadap produk kimia timah (tin chemical). Padahal, negara ini merupakan tujuan utama ekspor perseroan.

Direktur Utama PT Timah Industri, Ria Wardani Pawan mengungkapkan bahwa kebijakan tarif Trump berdampak langsung terhadap daya saing dan volume ekspor perusahaan.  “Pasar Amerika merupakan pasar nomor satu kami. Dengan adanya penerapan tarif baru, kami terkena 19% ditambah 5% dari tarif asalnya,” ujar Ria kepada media di kantornya, Rabu (15/10). 

Dia menceritakan, saat tarif masih di angka 15% sebelumnya, beban tersebut dapat dibagi rata antara PT Timah Industri, pelanggan, dan distributor di Amerika. Namun dengan adanya tambahan tarif 19%, pembagian beban ke perusahaan menjadi lebih berat.  

“Sekarang customer harus menanggung 5% ditambah 19% dibagi tiga, jadi sekitar 11-12%. Nah, mau tidak mereka menanggung, itu yang masih dipertanyakan,” jelasnya.

Kenaikan tarif tersebut, menurut Ria, membuat para produsen PVC di Amerika mengambil sikap wait-and-see karena masih menunggu kejelasan kebijakan dari pemerintah setempat. “Sejak adanya tarif ini, ekspor ke Amerika mulai menurun karena para produsen di sana masih punya stok yang cukup dan menunggu arah kebijakan ini,” ujarnya. 

Sebelum tarif diberlakukan, menurut dia, Amerika menjadi pasar terbesar PTTI dengan besaran ekspor sekitar 400 ton dalam sebulan. India menjadi pasar terbesar kedua Timah dengan besaran ekspor seberat 300 ton per bulan. 

"China kan juga memproduksi tin stabilizer. Nah sekarang India jadi satu-satunya pasar yang masih terbuka untuk siapa saja,” kata dia.

Dampak finansial pun dirasakan cukup signifikan. Meski tidak menerangkan lebih jauh, Ria mengungkapkan ekspor ke Amerika yang turun drastis cukup membebani, padahal harga jual ke negara tersebut biasanya lebih tinggi dibanding pasar lain seperti India.

Saat ini, pasar India menjadi penopang utama ekspor PT Timah Industri, menggantikan Amerika Serikat. Namun, Ria mengaku kini persaingan di pasar India juga semakin ketat dengan masuknya produk dari negara lain, termasuk Cina. 

“Kami juga harus bersaing dengan produk dari negara lain seperti Cina, yang juga terkena tarif dari Amerika. Kami tidak tahu apakah mereka mendapat insentif dari pemerintahnya atau bagaimana, tapi mereka bisa lebih besar,” tuturnya.

 Timah Industri saat ini fokus pada pengembangan industri hilir timah, khususnya melalui dua produk utama, yaitu tin chemical dan tin solder.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...