Bulog akan Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah

Kamila Meilina
4 Februari 2026, 12:28
Karyawan Perum Bulog cabang Meulaboh mendata stok beras dari serapan gabah petani di Gudang Perum Bulog cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (7/1/2026). Berdasarkan data Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, stok Cadangan Beras Pemerintah (C
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym.
Karyawan Perum Bulog cabang Meulaboh mendata stok beras dari serapan gabah petani di Gudang Perum Bulog cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (7/1/2026). Berdasarkan data Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 2 Januari 2026 mencapai 3,25 juta ton yang tersebar di seluruh gudang BUMN pangan di Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perum Bulog menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk mematangkan rencana ekspor beras ke Arab Saudi bagi kebutuhan jamaah Haji dan Umrah, sebagai tindak lanjut atas penugasan Presiden Republik Indonesia. Rapat tersebut meliputi pemilihan dan standarisasi kualitas beras, penentuan kemasan yang sesuai dan penentuan harga, hingga penyusunan timeline pengiriman dan skema distribusi yang efisien.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan optimismenya atas peluang ekspor beras tahun ini.  Oleh karena itu, dia meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan

“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras,” ujar Ahmad Rizal melalui keterangan tertulis, Rabu (4/2).

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menekankan pentingnya ekspor beras lokal demi kenyamanan dan kesehatan jamaah Indonesia.

“Ini menjadi semangat kita bersama Bulog, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat bahwa kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari ini, Bulog juga menyelenggarakan uji tanak terhadap beberapa sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak, guna memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi preferensi konsumen serta standar mutu premium. Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.

Rapat koordinasi ini juga menegaskan kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan momentum surplus beras nasional tahun 2025, yang menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...