Redam Inflasi, Pemerintah Gelontorkan Bansos Beras dan Minyak ke 33 Juta Warga

Kamila Meilina
18 Februari 2026, 11:51
Bapanas, bansos, inflasi
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/agr
Warga membeli beras saat pasar murah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/11/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat distribusi beras SPHP guna mengejar target 1,5 juta ton dalam rangka menjaga stabilisasi harga beras hingga akhir tahun 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026 melalui Perum Bulog, menyasar 33.244.408 penerima bantuan sosial (bansos) untuk alokasi Februari dan Maret 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri sesuai arahan Presiden.

“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat,” ujar Amran dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (18/2). 

Penugasan itu tertuang dalam warkat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 11 Februari 2026. Dalam surat itu disebutkan penyaluran bansos dilakukan satu kali secara sekaligus setelah terbit anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.

Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk program ini. Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan skema penyaluran dua bulan sekaligus, total beras yang akan digelontorkan mencapai 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. 

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) 2026. 

Dari sisi ketersediaan stok, pemerintah memastikan cadangan mencukupi. Berdasarkan laporan Bapanas per 13 Februari 2026, total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. 

Dari jumlah tersebut, 3,34 juta ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sementara 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial. Untuk minyak goreng, stok yang tersedia sekitar 15 ribu kiloliter.

Sebelumnya, realisasi program bantuan pangan telah menjangkau 18.167.117 penerima di seluruh Indonesia. Hingga 31 Januari 2026, bantuan yang telah disalurkan mencapai 363,3 ribu ton beras dan 72,6 ribu kiloliter minyak goreng.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras Januari hingga Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton, naik 1,39 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 8,78 juta ton. Secara%tase, peningkatan tersebut setara 15,79%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...