Mal dan Ritel Diprediksi Hadapi Periode Low Season yang Lebih Berat Tahun Ini

Kamila Meilina
8 Juni 2026, 08:53
mal, ritel, low season,
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye
Warga berbelanja kebutuhan sehari-hari di Metropolitan Mall Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Industri ritel nasional tengah memasuki periode penurunan penjualan alias low season. Namun kali ini, tantangannya dinilai lebih berat dan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ramadan dan Idul Fitri berlangsung pada triwulan pertama, sehingga triwulan kedua dan ketiga menjadi masa perlambatan konsumsi yang lebih panjang dibandingkan biasanya,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Katadata.co.id, Senin (8/6). 

Selain faktor musiman, industri ritel menghadapi tantangan eksternal yang lebih besar. Alphonzus menilai ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah memberikan tekanan tambahan terhadap kinerja sektor ritel di dalam negeri, terutama ketika daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

"Tekanan khususnya bagi kalangan kelas menengah bawah," katanya. Akibatnya, belanja rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional belum menunjukkan pemulihan yang kuat.

Dampak konflik global itu tidak hanya dirasakan melalui sentimen pasar, tetapi juga memicu kenaikan biaya energi dan pelemahan nilai tukar yang pada akhirnya meningkatkan biaya logistik, biaya operasional, serta biaya produksi.

Kenaikan berbagai komponen biaya berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan produk yang dijual kepada konsumen. Kondisi ini berisiko semakin menekan konsumsi masyarakat yang masih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya.

Untuk menjaga tingkat kunjungan dan transaksi selama periode low season yang panjang, pengelola pusat perbelanjaan menyiapkan berbagai program promosi dan kegiatan sepanjang tahun. Sejumlah agenda nasional dan regional akan dimanfaatkan untuk menarik minat masyarakat berbelanja sekaligus meningkatkan trafik pengunjung.

Program yang disiapkan antara lain promosi Liburan Sekolah, perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Wonderful Indonesia Gastronomy, Jakarta Great Sale, Solo Raya Great Sale, Surabaya Shopping Festival, serta berbagai kegiatan promosi lainnya di sejumlah daerah.

“APPBI berharap rangkaian program tersebut dapat membantu menjaga aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan sekaligus mendorong konsumsi rumah tangga di tengah tantangan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi perekonomian nasional,” kata Alphonzus. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...