Harga Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Pemerintah Fokus Distribusi

Kamila Meilina
18 Juni 2026, 14:13
Minyakita, minyak goreng, harga minyak goreng
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hm
Warga membeli minyak goreng Minyakita saat Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita tidak naik. Harga jual Minyakita tetap dipertahankan sebesar Rp 15.700 per liter.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah saat ini lebih memprioritaskan penguatan distribusi Minyakita agar produk tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat, terutama melalui pasar-pasar rakyat.

Penguatan distribusi akan dilakukan melalui sinergi dengan badan usaha milik negara (BUMN) pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasokan sekaligus menjaga ketersediaan Minyakita di berbagai daerah.

“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp 15.700 per liter. Kami akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, Minyakita akan semakin banyak di pasar,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (18/6)  

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga minyak goreng sekaligus memastikan distribusi berjalan lebih baik. Pemerataan akses menjadi perhatian agar masyarakat tetap mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga memastikan kebutuhan minyak goreng dalam program bantuan pangan ke depan akan dipenuhi menggunakan produk minyak goreng merek lain. Sebelumnya, sebagian kebutuhan tersebut menggunakan Minyakita.

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah mendorong produsen untuk meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand sebagai pendamping Minyakita. Kehadiran produk alternatif tersebut dinilai dapat memperluas pilihan masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau.

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun sudah banyak di pasar rakyat, tidak hanya Minyakita. Jadi, sudah mudah untuk didapatkan,” kata dia.

Minyakita Sempat Langka di Sejumlah Daerah

Sebelumnya, pemerintah menilai penyaluran Minyakita melalui program bantuan pangan sempat memicu kekurangan pasokan di pasar, terutama di sejumlah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah menerima banyak laporan mengenai kekurangan pasokan Minyakita di pasar. Setelah dievaluasi, kondisi itu salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan sebelumnya yang mengalokasikan Minyakita untuk program bantuan pangan.

"Memang kemarin ada kebijakan Minyakita dipakai untuk bantuan pangan sehingga Minyakita tidak tersedia di pasar. Nah, pengalaman itu sudah kami perbaiki," ujar Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan, dalam Rapat Koordinasi Terbatas di kantornya, di Jakarta, Selasa (9/6). 

Karena itu, pemerintah memutuskan Minyakita tidak lagi dialokasikan untuk bantuan pangan dan seluruh pasokannya harus diprioritaskan masuk ke pasar, terutama pasar tradisional. 

"Tidak boleh ada lagi Minyakita yang dialokasikan untuk bantuan, tetapi harus masuk ke pasar-pasar tradisional," kata Zulhas.

Ia mengatakan Minyakita sejak awal dirancang sebagai alternatif pengganti minyak goreng curah yang ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Karena itu, ketersediaannya di pasar dinilai lebih penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

"Karena pada dasarnya Minyakita merupakan pengganti minyak curah," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...