Kejar Swasembada, Kementan Buka 20.000 Ha Lahan dan Berburu Bibit Bawang Putih
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengejar target swasembada bawang putih. Selain menyiapkan lahan baru, pemerintah juga berburu bibit bawang putih hingga ke sejumlah negara seperti Cina dan India.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ketersediaan bibit menjadi salah satu tantangan utama dalam mempercepat produksi bawang putih di dalam negeri.
"Kami sudah berangkat ke berbagai negara, di antaranya India dan Cina, bahkan ke seluruh dunia, untuk mencari dan memenuhi kebutuhan bibit. Kami ingin bergerak cepat, tetapi ternyata bibit bawang putih tidak mudah didapatkan," kata Amran dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).
Pemerintah kemudian akan mengambil bibit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan penanaman. Bibit itu kemudian akan diperbanyak agar produksi bawang putih dalam negeri dapat meningkat.
"Yang bisa kita ambil, kita ambil. Ini untuk maksimalisasi," ujarnya.
Upaya meningkatkan produksi bawang putih juga masuk dalam rancangan kegiatan utama Kementan 2027. Dalam paparan Kementan, anggaran untuk program bawang putih, cabai, bawang merah, dan pengembangan kawasan pangan dialokasikan sekitar Rp2 triliun.
Dari anggaran tersebut, porsi terbesar diarahkan untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 20.000 hektare dengan anggaran Rp1,6 triliun.
Kementan juga menyiapkan 20 unit gudang benih bawang dengan anggaran Rp20 miliar dan alat mesin pertanian prapanen sebanyak 5.325 unit dengan anggaran Rp55 miliar.
Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengembangan benih sumber dan riset hortikultura. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan ketersediaan bibit bawang putih.
Produksi Bawang Putih Ditargetkan 40.630 Ton
Melalui program tersebut, Kementan menargetkan produksi bawang putih pada 2027 mencapai 40.630 ton. Amran mengatakan bibit yang berhasil diperoleh dari dalam maupun luar negeri akan diperbanyak agar produksi dapat meningkat pada 2028.
"Kami upayakan swasembada secepatnya, Bu, karena kebutuhan kita maksimal hanya sekitar 100 ribu ton," kata Amran.
Menurut dia, kendala utama bukan terletak pada anggaran maupun harga, melainkan ketersediaan bibit.
"Ini bukan karena harga, karena anggarannya bisa kita pindahkan. Persoalannya adalah bibitnya sangat terbatas," ujarnya.
Kementan juga mendorong pengembangan bibit bawang putih dari dalam negeri. Pemerintah telah menemukan bibit bawang putih yang dinilai baik di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit tersebut akan diperbanyak untuk mendukung produksi nasional.
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) juga didorong untuk menghasilkan dan memperbanyak bibit unggul bawang putih.
Penyiapan lahan akan dilakukan bersamaan dengan pencarian bibit. Hal ini karena bawang putih membutuhkan kondisi ketinggian tertentu untuk tumbuh dengan baik.
