Filipina Tutup Perdagangan di Pasar Keuangan Imbas Virus Corona

Image title
17 Maret 2020, 11:19
virus corona, keuangan, bursa, saham
ANTARA
Pemerintah Filipina menutup pasar keuangan, termasuk bursa saham mulai hari ini, Selasa (17/3), hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pemerintah Filipina memutuskan menutup pasar keuangan baik itu perdagangan mata uang dan obligasi, serta bursa saham tanpa batas mulai hari ini, Selasa (17/3). Filipina menjadi negara pertama yang menutup seluruh pasar keuangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bursa Efek Filipina mengatakan perdagangan dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut. "Untuk memastikan keselamatan karyawan dan pedagang di tengah isolasi nasional yang lebih luas," seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (17/3).

Advertisement

Sedangkan Bendahara Nasional Rosalia de Leon mengatakan isolasi merupakan alasan penangguhan perdagangan pasar keuangan. Biarpun begitu, dia menyebut perdagangan mata uang bakal dilanjutkan pada 18 Maret 2020.

Penutupan pasar keuangan Filipina merupakan respon dari penutupan atau penghentian perdagangan sementara di beberapa bursa setelah nilai saham anjlok. "Mengingat cepatnya penurunan harga ekuitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah disarankan bahwa bursa saham mungkin segera ditutup jika hal-hal tidak berbalik," kata rumah riset Capital Economics dalam sebuah catatan pada hari Selasa.

Kepala penelitian AdMacro Patrick Perret-Green juga telah mengangkat kemungkinan itu dalam sebuah catatan yang dikeluarkan akhir pekan lalu, sebelum otoritas Filipina menutup bursa saham. "Kami telah melihatnya sebelumnya. Saya yakin kita bisa melihatnya lagi. Pemerintah tidak perlu dan tak ingin ada tekanan dan gangguan tambahan saat ini," ujar Green.

(Baca: IHSG Anjlok di Bawah 4.500, Terseret Bursa Saham Global)

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement