Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Thailand Naikkan Batas Maksimal Utang

Abdul Azis Said
21 September 2021, 12:28
utang, utang pemerintah, thailand,kasus covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa/hp/cf
Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya mencapai 1,3%

Pemerintah Thailand memutuskan untuk menaikkan pagu utang dari saat ini maksimal 60% terhadap PDB menjadi 70% terhadap PDB. Langkah ini untuk membantu pemerintah menarik lebih banyak utang di tengah gelombang Covid-19 yang masih berdampak pada perekonomian Negeri Gajah itu. 

Keputusan ini diambil setelah pertemuan oleh Komite Kebijakan Fiskal dan Moneter Negara pada Senin (21/9). Pertemuan dihadiri langsung Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith dan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

Advertisement

"Kenaikan pagu utang untuk meningkatkan ruang fiskal bagi pemerintah dan untuk memastikan tidak ada halangan jika pemerintah perlu meminjam uang untuk melaksanakan kebijakan fiskal dalam jangka menengah, juga sambil mempertahankan kemampuan pembayaran utang yang baik,” kata Arkhom Termpittayapaisith dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (21/9).

Posisi utang pemerintah Thailand pada akhir Juli lalu mencapai 8,9 triliun bath setara Rp 3.791 triliun atau 55,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah tersebut diperkirakan akan kembali membengkak menjadi 58,9% terhadap PDB pada akhir bulan ini.

Pemerintah Thailand dalam satu dekade terakhir terus menahan kenaikan plafon utang dengan alasan untuk menjaga reputasi disiplin fiskal. Namun, hantaman pandemi memaksa pemerintah terus menarik utang, bahkan rasionya diperkirakan akan terus meningkat menjadi 63,8% pada akhir 2022 berdasarkan laporan penelitian yang dibuat Kasikornbank Plc pekan lalu.

Perdana Menteri Prayut terus didesak untuk menambah utang pemerintah hingga 1,5 triliun bath untuk tahun ini. Dana ini akan digunakan  untuk mengakselerasi penanganan pandemi dan membantu perekonomi Thailand yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Sementara itu, Pemerintah Thailand  diperkirakan akan menambah utang baru 2,3 triliun bath untuk membiayai defisit anggaran tahun depan, memenuhi pembiayan penanganan Covid-19 serta pembayaran bunga utang.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement