Cina Lockdown Tiga Kota, 20 Juta Warganya Diminta Diam di Rumah
Cina memberlakukan penguncian wilayah atau lockdown kota Anyang. Anyang menjadi kota ketiga di Cina yang memberlakukan lockdown sebagai upaya pemerintahan Negara Tirai Bambu menerapkan zero cases Covid-19.
Sebelumnya, Cina juga sudah memberlakukan lockdown di kota Xi'an dan Yuzhou.
Dilansir dari Associated Pers, Anyang yang terletak di Provinsi Henan memiliki 5,5 juta penduduk. Sementara itu, dua kota lainnya, Xi'an di Provinsi Shaanxi dan Yuzhou di Henan masing-masing memiliki 13 juta dan 1,1 juta penduduk.
Dengan demikian, total ada 19,6 juta atau hampir 20 juta penduduk di Cina yang tengah menjalani kehidupan di bawah kebijakan lockdown.
Kebijakan lockdown yang diterapkan sekarang merupakan yang terluas setelah lockdown di Wuhan pada awal 2020 atau saat virus corona baru menyebar.
Setelah pengetatan di Wuhan, kebijakan lockdown di Negeri Panda menjadi lebih mikro ke area-area dengan penyebaran tinggi dibandingkan dengan kebijakan sebelumnya.
Dilansir dari The Guardian, total penyebaran Covid-19 varian Omicron di Anyang telah mencapai 58 kasus dati total penyebaran di Provinsi Henan sebanyak 87 kasus.
Penyebaran kasus itu memiliki hubungan dengan meluasnya varian Omicron di Provinsi Tianjin sebanyak 10 kasus.
Saat ini, penduduk Anyang telah diperintahkan untuk tidak meninggalkan rumah dan dilarang berkendara di jalan. Selain itu, bisnis non-esensial telah dilarang untuk berjalan.
Sampai saat ini, Xi'an telah menjalani lockdown selama 3 minggu, sedangkan Yuzhou telah lebih dari seminggu.
Selain menahan penyebaran varian Omicron, tujuan utama kebijakan lockdown ini adalah melakukan pengetesan Covid-19 secara masal.
Hal ini dinilai penting lantaran ajang Olimpiade Musim Dingin di China akan diadakan pada 4 Februari 2021.
Penyebaran Covid-19 yang tidak terkendali dinilai akan mempengaruhi jadwal dan partisipasi dalam ajang empat tahunan ini.
Deputi Director China Winter Olympic Huang Chun mengatakan sejauh ini penyebaran Covid-19 di sekitar arena pertandingan masih terkendali. Pasalnya, seluruh atlet dan staf ada di sistem tertutup.
"Kemungkinan terburuk, jika transmisi (Covid-19) terjadi, itu karena perilaku satu orang. Jadi, kami masih membuka peluang," kata Huang, Rabu (12/1).
Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan telah menutup taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) setelah ada laporan penyebaran di kalangan siswa.
Penutupan itu dilakukan sejak Jumat (7/1) hingga setidaknya sampai Tahun Baru Imlek pada minggu pertama Februari 2022.
Negeri Bambu saat ini dalam tekanan terkait komitmen dalam menjalankan strategi zero-Covid.
Per Desember 2021, pemerintah China mengumumkan tingkat vaksinasi telah mencapai 82% dari total populasi China yang mencapai sekitar 1,4 miliar orang. Adapun, vaksin yang digunakan adalah besutan Sinovac dan Sinopharm.
Dr. Daryl Cheng, Kepala Peneliti Melbourne Vaccine Education Center, mengatakan varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, bahkan pada orang yang telah divaksin.
Menurutnya, strategi zero-Covid akan membuat tekanan pada sumber daya lebih tinggi.
"(Varian Omicron) menempatkan risiko penularan lebih tinggi pada masyarakat. Kita terjebak dalam badai sempurna dengan Omicron yang memiliki tingkat penularan yang signifikan, seperti China yang mungkin memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi," kata Daryl.
