Ayman al-Zawahiri, Bos Besar Al Qaeda yang Tewas Diserang Drone AS

Ameidyo Daud Nasution
2 Agustus 2022, 12:36
al qaeda, ayman al-Zawahiri, terorisme, as
FBI
Bos Al qaeda Ayman al-Zawahiri. Foto: Laman FBI.

Amerika Serikat telah membunuh pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri dalam sebuah serangan di Afganistan akhir pekan lalu. Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) AS di Kabul pada Minggu (31/7) pukul 06.18 waktu setempat.

Presiden AS Joe Biden mengatakan kematian Zawahiri diharapkan menjadi pukulan terbesar usai tewasnya pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden pada 2011 lalu. Zawahiri ikut membantu serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

"Tak peduli berapa lama dan di mana pun anda bersembunyi, jika anda adalah ancaman bagi rakyat kami, Amerika Serikat akan menemukan dan membawa anda keluar," kata Biden pada Senin (1/8) dikutip dari Reuters.

Zawahiri terbunuh di balkon sebuah rumah yang ditempati bersama keluarganya di Kabul. Tidak ada korban lain dalam serangan yang menewaskan ahli bedah kelahiran Mesir tersebut.

Biden mengatakan Zawahiri memainkan peran kunci dalam serangan terhadap kapal perang USS Cole serta Kedutaan Besar AS d Kenya dan Tanzania. Ia berharap kematian gembong Al-Qaeda ini bisa menurunkan kemampuan teror kelompok tersebut.

"Zawahiri terus menimbulkan ancaman aktif bagi orang, kepentingan, dan keamanan nasional AS," katanya.

Serangan dorne tersebut merupakan yang pertama dilakukan AS di Afganistan sejak Negeri Paman Sam meninggalkan negara tersebut pada Agustus 2021. Pemerintahan Taliban memprotes serangan tersebut dan menganggap AS melanggar ketentuan internasional.

Dokter Bedah

Dikutip dari The 9/11 Encyclopedia dan sumber lain, Zawahiri lahir di Giza pada 1951 dan datang dari keluarga terpandang di Mesir. Ayahnya, Mohammed Rabie al-Zawahiri merupakan bagian dari keluarga kelas menengah atas dari wilayah Sharqia. Sedangkan ibunya, Umayma Azzam, merupakan anak dari Abdel Wahab Azzam, cendekiawan yang juga sempat menjadi Rektor Universitas Kairo.

Ia dikenal sebagai orang yang aktif secara politik sejak muda. Pada usia 14 tahun, Zawahiri bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, gerakan pan-Islamisme yang didirikan oleh Hasan al-Banna.

Setahun kemudian, Pemerintah Mesir menghukum mati pimpinan Ikhwanul Muslimin yakni Sayyid Qutb atas tuduhan percobaan pembunuhan Presiden Gamal Abdul Nasser. Dari titik ini, Zawahiri bersama sejumlah rekannya bertekad untuk mewujudkan pemikiran Qutb yakni mendirikan negara Islam.

Ia lalu berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo dan lulus pada 1974 dengan status gayyid giddan atau setara level B. Di sela-sela kuliahnya, ia menjadi salah satu pendiri Islamic Jihad di Mesir pada 1973.

Tahun 1978, ia melanjutkan studinya dengan mengambil spesialisasi dokter bedah. Tiga tahun kemudian, Pemerintah Mesir menangkapnya dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan Presiden Anwar Sadar.

Tiga tahun dipenjara, Zawahiri akhirnya dibebaskan pada 1984 dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Ia kabur dari Mesir menuju Arab Saudi pada 1985 usai pimpinan Islamic Jihad, Abbud al-Zumar ditangkap pemerintah.

Di Arab Saudi, Zawahiri melanjutkan kerja sebagai dokter bedah. Tahun 1986, ia bertemu dengan Osama bin Laden di Jeddah. Berdua, mereka membesarkan Al-Qaeda yang bertanggung jawab terhadap sejumlah aksi pemboman seperti USS Cole hingga 9/11.

Ia lalu didaulat menjadi pimpinan Al Qaeda usai bin Laden terbunuh di Pakistan pada 2011 lalu. Usaha penangkapan hingga membunuh Zawahiri telah dilakukan AS hingga aparat Pakistan sejak 2006 lalu, namun tak membuahkan hasil.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...