Usai Kerusuhan, Papua Nugini Sahkan Perjanjian Pertahanan dengan RI

Yuliawati
Oleh Yuliawati
1 Maret 2024, 17:41
Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini Andriana Supandi mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran, yang menjadi korban dalam kerusuhan di Papua Nugini.
Youtube 9 News Australia
Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini Andriana Supandi mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran, yang menjadi korban dalam kerusuhan di Papua Nugini.

“Atas nama Pemerintah dan Rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungannya untuk meratifikasi perjanjian kerja sama yang penting ini,” kata Supandy.

Hubungan antara Papua Nugini dan Indonesia menjadi merenggang sejak Papua Barat menjadi bagian dari wilayah Indonesia pada 1969.

Ratifikasi perjanjian oleh Papua Nugini terjadi setelah negara itu mengalami kerusuhan internal yang memicu keadaan darurat nasional. Kerusuhan dimulai ketika tentara, polisi, dan penjaga melakukan pemogokan akibat pemotongan gaji tanpa alasan. Warga yang tidak puas dengan pemerintah juga ikut serta dalam aksi tersebut. Kerusuhan ini kemudian meluas ke Kota Lae.

Sejumlah orang menyerbu toko, merusak kaca, dan melakukan penjarahan. Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah Papua Nugini mengumumkan status darurat selama 14 hari dan mengerahkan tentara untuk menjaga keamanan di jalanan.

Penulis: Risma Kholiq (magang)

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...