India Tetap Beli Minyak dari Rusia meski Diancam Trump

Desy Setyowati
3 Agustus 2025, 12:06
India tetap beli minyak dari rusia meski diancam trump.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz.
Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan sambutan melalui daring saat meresmikan Kuil Hindu Murugan Jakarta, Minggu (2/2/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

India akan tetap membeli minyak dari Rusia meskipun ada ancaman hukuman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut dua sumber pemerintah India.

Trump mengindikasikan lewat unggahan di Truth Social pada Juli, dia akan mengenakan tarif impor baru 25% bagi India, serta sanksi tambahan atas pembelian senjata dan minyak Rusia.

Meski begitu, dua sumber pemerintah India mengatakan tidak akan ada perubahan langsung setelah Trump mengumumkan ancaman itu. "Ini kontrak minyak jangka panjang," kata salah satu sumber dikutip dari Reuters, Minggu (3/8). "Tidak mudah untuk berhenti membeli begitu saja."

Kedua sumber Reuters mengakui India bisa menghindari lonjakan harga minyak global, berkat pembelian dari Rusia. Tidak seperti minyak Iran dan Venezuela, minyak mentah Rusia tidak dikenakan sanksi langsung, dan India membelinya di bawah batas harga saat ini yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

The New York Times juga mengutip dua pejabat senior India yang tidak disebutkan namanya, bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan pemerintah India terkait pembelian minyak dari Rusia.

Pemerintah India tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar resmi mengenai niat pembelian minyak.

Dalam jumpa pers rutin pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Randhir Jaiswal mengatakan India memiliki kemitraan yang stabil dan telah teruji waktu dengan Rusia.

"Mengenai kebutuhan sumber energi, kami melihat apa yang tersedia di pasar, apa yang ditawarkan, dan juga bagaimana situasi atau keadaan global yang berlaku," ujar dia.

Rusia merupakan pemasok utama bagi India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, yang memasok sekitar 35% dari keseluruhan pasokan.

India mengimpor sekitar 1,75 juta barel minyak Rusia per hari selama Januari hingga Juni. Jumlahnya naik 1% dari tahun lalu, menurut data.

Empat sumber Reuters menyampaikan perusahaan minyak India Hindustan Petroleum Corp, Bharat Petroleum Corp, dan Mangalore Refinery Petrochemical Ltd tidak mencari minyak mentah Rusia dalam seminggu terakhir atau lebih.

Nayara Energy, kilang yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh entitas Rusia, termasuk perusahaan minyak besar Rosneft dan pembeli utama minyak Rusia, baru-baru ini dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

Kepala eksekutif Nayara mengundurkan diri menyusul sanksi tersebut. Tiga kapal yang memuat produk minyak dari Nayara Energy belum membongkar muatan, karena terhambat oleh sanksi baru Uni Eropa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...