Trump Dinilai Tak Punya Strategi untuk Keluar dari Perang Iran-AS

Andi M. Arief
6 Maret 2026, 16:38
Trump, Iran, Perang Iran vs AS-Israel
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai tidak memiliki strategi keluar dalam perang Iran-AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai tidak memiliki strategi keluar dalam perang Iran-AS. Walau demikian, Trump mengklaim telah memiliki tujuan saat menyerang Iran, akhir pekan lalu, Sabtu (28/2).

Mantan Penasehat Senior Senator John McCain, Richard Fontaine, menyatakan minimnya kejelasan terkait tujuan aksi membuat Trump bermanuver secara fleksibel. Sebab, Trump dapat dengan mudah mendeklarasikan secara tiba-tiba bahwa sebuah langkah mencapai sebuah tujuan.

"Trump sering tidak memiliki tujuan yang jelas sama sekali, dan hal itu kerap bekerja dengan baik untuknya," kata Fontaine seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (6/3).

Fontaine mencontohkan minimnya kejelasan objek menguntungkan Trump saat aksi militer pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat pada 2020. Seperti diketahui, Trump berhasil memerintahkan serangan misil drone yang berhasil membunuh Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani pada Januari 2020.

Agresi AS di Iran

Sekretaris Pers Gedung Putih Caroline Leavitt mengatakan, pemerintah AS memiliki empat tujuan dalam serangan ke Iran. Namun, Leavitt tidak menyatakan secara eksplisit bahwa agresi Negeri Paman Sam bukan untuk mengganti rezim pemerintahan di Tanah Persia.

"Untuk langkah selanjutnya yang terjadi di Iran, adalah hal yang baik untuk Amerika Serikat dalam menginginkan kemerdekaan untuk masyarakat Iran," katanya.

Secara rinci, Leavitt menyampaikan empat tujuan utama serangan pemerintahnya ke Iran adalah mengeliminasi ancaman misil dari Iran, menghancurkan angkatan laut Iran, mendisrupsi produksi misil dan drone, serta mengakhiri jalur Iran mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Penasehat Kebijakan Luar Negeri Presiden Israel, Ophir Falk, mengatakan pihaknya hanya memiliki satu tujuan dalam menyerang Iran, yakni mengganti ancaman eksistensial dunia dari rezim Ayatollah.

Karena itu, Falk mengaku serangan pertama Israel difokuskan pada bagian barat Iran, termasuk Teheran. "Tujuan kami adalah mengganti ancaman eksistensial rezim Ayatollah yang telah meneror dunia selama 47 tahun," kata Falk.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...