Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada CBS News bahwa perang melawan Iran bisa segera berakhir. Trump juga sudah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perang tersebut.
“Saya pikir perang ini sudah hampir selesai, hampir sepenuhnya,” kata Trump kepada Weijia Jiang, koresponden senior CBS di Gedung Putih, seperti dikutip CNBC, Senin (9/3).
“Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, dan tidak memiliki angkatan udara,” kata Trump, seperti dikutip Jiang, dalam unggahan di akun X.
Indeks pasar saham AS naik merespons kabar tersebut.
Trump juga mengatakan Amerika Serikat “jauh lebih maju” dari perkiraan awalnya bahwa perang dapat diselesaikan dalam empat hingga lima minggu.
“Misil-misil mereka sudah habis. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk produksi drone mereka,” kata Trump, seperti dilaporkan oleh Jiang dari CBS News. “Jika Anda lihat, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam hal militer.”
Trump juga mengatakan kepada CBS News bahwa dia memiliki calon lain yang dia pertimbangkan untuk memimpin negara tersebut. Seperti diketahui, Iran telah mengumumkan Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khameini, sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
“Saya tidak memiliki pesan untuknya. Sama sekali tidak,” kata Trump.
Percakapan dengan Putin
Yuri Ushakov, Penasihat Kebijakan Luar Negeri Rusia, mengatakan Putin membagikan proposal yang bertujuan untuk segera mengakhiri perang di Iran dalam percakapan telepon dengan Trump.
Yury Ushakov mengatakan panggilan telepon tersebut diinisiasi oleh Trump dan berlangsung sekitar satu jam. Ia menyebut percakapan tersebut berlangsung profesional, jujur, dan konstruktif.
“Fokusnya, tentu saja, adalah pada situasi seputar konflik dengan Iran dan negosiasi trilateral yang sedang berlangsung mengenai penyelesaian konflik di Ukraina, dengan partisipasi perwakilan AS,” kata Ushakov, seperti dikutip Anadolu Agency.
Menurut Ushakov, Trump kembali menegaskan minatnya pada gencatan senjata yang cepat dan penyelesaian jangka panjang di Ukraina.
Kedua pemimpin juga membahas Venezuela dan menyatakan kesiapan untuk mempertahankan komunikasi rutin.
