Trump Ancam NATO, Minta Bantu Buka Selat Hormuz dari Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk melindungi Selat Hormuz dari blokade Iran.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (15/3). Trump mengatakan, NATO menghadapi masa depan yang sangat buruk jika anggotanya gagal membantu AS.
Trump mengatakan negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat Hormuz harus membantu mengamankannya. Ia mengatakan, negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut bertanggung jawab untuk memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi.
Dalam wawancara tersebut, Trump juga melontarkan tekanan kepada Cina. Ia meminta Beijing membantu karena mereka mendapatkan 90% minyak dari Selat Hormuz.
Trump juga memberikan sinyal untuk menunda kunjungannya ke Cina sebelum mengetahui sikap Negeri Panda terhadap blokade Selat Hormuz. "Kita mungkin akan menunda," katanya Trump seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/3).
Sebeluymnya, Trump mengajak sejumlah negara mengirimkan kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz dari blokade Iran. Permintaan ini disampaikan di tengah kekhawatiran kenaikan harga minyak karena Iran menutup akses selat tersebut.
Sejumlah negara yang diajak antara lain Cina, Korea Selatan, Prancis, Jerman, serta Jepang. Trump bahkan mengklaim negara-negara yang diajak telah memberikan respons positif, meski ada negara yang menolak.
"Mereka dihubungi hari ini dan tadi malam. Kami telah menerima beberapa tanggapan positif. Ada beberapa yang lebih memilih tidak terlibat,” katanya kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Minggu (15/3) dikutip dari CNN.
Meski demikian, tak semua negara berminat mengirimkan kapal perang. Australia dan Jepang kemungkinan tak akan terlibat dalam operasi di Selat Hormuz.
