Trump Minta Pertemuan dengan Xi Jinping Ditunda Sebulan karena Perang Iran

Hari Widowati
17 Maret 2026, 05:03
Trump, Xi Jinping, Iran
YouTube White House
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS meminta rencana pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing ditunda "sekitar satu bulan" karena perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS meminta rencana pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing ditunda "sekitar satu bulan" karena perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Sebelumnya, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Tiongkok pada akhir Maret untuk pertemuan dengan Xi.

Ketika ditanya di Oval Office apakah perjalanan itu masih sesuai rencana, Trump berkata, "Saya tidak tahu, kami sedang mengusahakannya sekarang."

"Kami sedang berbicara dengan Cina. Saya ingin sekali, tetapi karena perang, saya ingin berada di sini. Saya rasa saya harus berada di sini," kata Trump, seperti dikutip CNBC, Senin (16/3) waktu setempat.

"Jadi, kami telah meminta agar (pertemuan itu) ditunda sekitar satu bulan," kata Trump.

Trump menyatakan ia menantikan pertemuan dengan Xi Jinping. Ia juga menyebut mereka memiliki hubungan yang sangat baik.

"Tidak ada trik untuk itu. Ini sangat sederhana. Kita sedang berperang. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini," ujarnya.

Para pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Trump, sebelumnya telah mengisyaratkan perang Iran dapat mengganggu rencana pertemuan tingkat tinggi di Cina.

Trump Minta Cina Bantu Buka Blokade Selat Hormuz

Pada Minggu (15/3), Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa Cina — pembeli utama ekspor minyak Iran yang menentang perang — harus membantu AS memecahkan blokade de facto Iran di Selat Hormuz, koridor energi global yang vital.

Trump menyebut mereka akan terlambat bertindak jika menunggu untuk melakukan hal tersebut setelah pertemuan puncak dengan Xi Jinping berlangsung.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian tampak melunakkan pernyataan tersebut. Ia mengatakan kepada "Squawk Box" CNBC pada Senin (16/3) pagi bahwa setiap penjadwalan ulang pertemuan puncak disebabkan alasan logistik.

"Itu tidak akan ditunda karena presiden menuntut agar Cina menjaga Selat Hormuz," kata Bessent.

Namun, Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa "sangat mungkin" pertemuan itu dapat ditunda.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...