Tak Sepakat Perang Lawan Iran, Direktur Pusat Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur

Ajeng Dwita Ayuningtyas
18 Maret 2026, 19:36
USA-BIDEN/FIRSTLADY
ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/WSJ/sad.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya akibat perang dengan Iran.  Dalam surat pengunduran diri yang diunggai Kent di X pada Selasa (17/3), penasihat Trump sekaligus pimpinan nasional tentang ancaman teror itu mengaku tak bisa mendukung perang yang berlangsung. 

“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” kata dia, dikutip dari unggahan X @joekent16jan19

Dia kemudian menyinggung janji-janji Trump untuk mengakhiri keterlibatan Amerika Serikat di luar negeri. Kent mengingatkan, perang di Timur Tengah merupakan jebakan yang merampas patriot AS, sekaligus menguras kekayaan dan kemakmuran bangsa.

Kent turut menyoroti istilah “ancaman yang akan terjadi” sebagai prasyarat Trump melancarkan serangan militer tanpa persetujuan Kongres sesuai hukum AS. Alasan itu juga digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara berdaulat, sesuai hukum internasional.

Mengutip Aljazeera, Trump menanggapi isu pengunduran diri Kent tak lama kemudian. “Untungnya dia keluar, karena dia mengatakan bahwa Iran bukanlah ancaman. Iran adalah ancaman. Setiap negara menyadari betapa besar ancaman Iran,” ujar Trump.

Diketahui, Trump telah menominasikan Kent untuk menempati peran tersebut setelah sebelumnya mendukung kampanyenya yang gagal untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Sebelumnya, Kent adalah seorang Ranger Angkatan Darat AS dan anggota Pasukan Khusus AS, yang telah menjalani 11 penugasan tempur di Timur Tengah. 

Istrinya dilaporkan tewas akibat serangan bom bunuh diri ISIL (ISIS) di Suriah pada tahun 2019. Namun, dalam surat pengunduran dirinya, Kent menyebut kematian istrinya dalam perang adalah rekayasa Israel. 

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat apa pun bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika,” tulisnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...