AS Disebut Siapkan Operasi Darat di Iran, Incar Jalur Minyak Strategis

Ahmad Islamy
29 Maret 2026, 17:37
Iran
Instagram @alaturkaonline
Gedung Pentagon yang menjadi kantor pusat Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Virginia, AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah mematangkan rencana operasi darat selama beberapa pekan di wilayah pesisir Iran. Rencana itu juga mencakup potensi serangan terhadap Pulau Kharg dan area strategis di dekat Selat Hormuz. 

Kendati demikian, laporan The Washington Post (WP) pada Sabtu (28/3) menyebutkan, Presiden Donald Trump sejauh ini belum menyetujui pengerahan pasukan tersebut secara resmi.

Berdasarkan keterangan pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada WP, rencana operasi itu tidak dirancang sebagai invasi skala penuh. Alih-alih pendudukan total, militer AS mempertimbangkan serangan presisi yang melibatkan kombinasi pasukan operasi khusus dan pasukan infanteri konvensional untuk menguasai titik-titik vital di sepanjang pesisir.

Kesiagaan militer di kawasan Teluk terus meningkat seiring pengumuman Komando Pusat AS (Centcom) mengenai kedatangan 3.500 personel militer di atas kapal USS Tripoli. Pengerahan tentara itu juga disertai dengan pengiriman pesawat angkut, jet tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis. 

Mobilisasi tersebut menambah daftar panjang ribuan anggota Marinir AS yang telah dikirim ke Timur Tengah sejak konflik pecah satu bulan lalu.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengeklaim, tujuan Washington sebenarnya dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat ke wilayah Iran. Walaupun begitu, penempatan militer tetap dilakukan guna memberikan fleksibilitas maksimal bagi Presiden Trump dalam menyesuaikan strategi. 

Selain unit Marinir AS, Pentagon diperkirakan juga mengerahkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS untuk memperkuat posisi 50.000 personel yang sudah bersiaga di kawasan tersebut.

Peningkatan kekuatan militer yang masif itu memicu spekulasi kuat bahwa Gedung Putih setidaknya sedang memosisikan pasukan untuk serangan darat terbatas. Fokus utamanya adalah mengamankan tepian Selat Hormuz atau merebut Pulau Kharg, yang merupakan infrastruktur paling kritis bagi industri ekspor minyak Iran.

Namun, para pakar pertahanan memberikan peringatan keras terkait risiko dari langkah nekat Washington itu. Meskipun pasukan AS secara teknis mampu menguasai Pulau Kharg, biaya yang harus dibayar kemungkinan besar berupa perang gesekan berkepanjangan. Hal ini dikhawatirkan bakal memakan banyak korban jiwa dari pihak Amerika serta menguras anggaran pembayar pajak dalam jumlah yang sangat besar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...