Usai Gencatan Senjata, Iran dan AS Dijadwalkan Negosiasi di Pakistan Pekan ini
Dewan Keamanan Tertinggi Iran mengatakan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan akan dimulai Jumat (10/6) di Islamabad, Pakistan.
Perundingan damai dilakukan setelah Iran menyerahkan proposal 10 poin kepada AS melalui Pakistan. Iran menyebut bahwa pembicaraan itu tidak menandai berakhirnya perang. Hal ini sebagaimana disampaikan sumber dari media Iran, dikutip dari Reuters (8/4).
Iran menyatakan pembicaraan itu mungkin berlangsung hingga 15 hari dan bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan untuk menyelesaikan proposal tersebut. Perdana Menteri Shehbaz Sharif disebut berperan dalam memediasi kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Trump mengatakan Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai sebagai “dasar yang dapat dijalankan” untuk negosiasi. Ia menargetkan kesepakatan dapat dirampungkan dalam periode dua minggu masa gencatan senjata.
Kesepakatan ini juga bergantung pada komitmen Iran untuk menghentikan blokade pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan Teheran akan menghentikan serangan balasan dan memberikan jalur aman bagi pelayaran di kawasan tersebut.
Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt masih meyakini bahwa langkah ini merupakan hasil tekanan dari AS. “Faktanya, Presiden Trump dan militer kami membuat Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz, dan negosiasi akan berlanjut,” ujarnya.
