Iran Respons Rencana Trump Blokade Selat Hormuz, Ancam Hantam Kapal AS
Iran menyampaikan sikap keras terhadap rencana blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS) dengan memperingatkan setiap kapal militer yang mendekati jalur pelayaran selebar 33 kilometer tersebut.
Koprs Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Minggu (12/4), menyatakan bakal menganggap setiap kapal militer yang mencoba memasukiSelat Hormuz sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua minggu dengan AS.
IRGC menegaskan bahwa mereka menguasai penuh Selat Hormuz. Iran juga menyatakan tetap membuka jalur tersebut bagi kapal non-militer. Garda Revolusi menyebut Selat Hormuz berada di bawah pengawasan terukur Angkatan Laut Iran.
"Terbuka untuk jalur aman kapal non-militer sesuai dengan peraturan khusus," tulis keterangan tersebut, dikutip dari New York Post pada Senin (13/4).
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz. Hal itu bertujuan menghentikan seluruh kapal yang masuk dan keluar hingga tercapai kondisi lalu lintas minyak tanpa hambatan dari Iran.
Amerika Serikat mengklaim tetap melakukan operasi militer di kawasan Iran. Washington menyebut dua kapal perusak Angkatan Laut AS telah melintasi Selat Hormuz dan menembak jatuh sebuah drone Iran.
Di sisi lain, upaya diplomasi antara kedua negara belum membuahkan hasil. Wakil Presiden AS JD Vance memimpin perundingan dengan pejabat Iran di Islamabad, Pakistan. Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan setelah hampir 21 jam pembicaraan.
Iran menyatakan tidak terburu-buru untuk melanjutkan negosiasi. Teheran menegaskan tidak akan mengubah situasi di Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat menyetujui kesepakatan yang dianggap masuk akal.

