Militer Iran Disebut Kembali Tutup Selat Hormuz Lantaran Kecewa Sikap Trump

Image title
18 April 2026, 18:47
Trump
Reuters/Jonathan Raa, Sipa USA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Militer Iran disebut kembali menutup Selat Hormuz. Menurut media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan kembali mengambil kendali atas Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) waktu setempat.

"Iran setuju untuk mengizinkan sejumlah terbatas kapal melintas melalui Selat Hormuz sesuai dengan kesepakatan. Namun, Amerika Serikat tidak memenuhi kewajibannya. Akibatnya, Selat Hormuz kini kembali ditutup dan setiap pelayaran harus mendapatkan persetujuan dari Iran," pesan Markas Besar Militer Pusat Iran, dikutip dari IRIB.

Berdasarkan pantauan MarineTraffic, kapal-kapal pun terlihat berbalik arah dan kembali ke pelabuhan asalnya.

Sebelumnya Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menulis di X bahwa Trump “membuat tujuh klaim dalam satu jam, dan ketujuhnya salah”. Ia juga menyatakan bahwa dengan “berlanjutnya blokade (Amerika Serikat)”, Selat Hormuz “tidak akan tetap terbuka”.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (17/4) mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.

Sementara itu, secara terpisah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran setuju menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu, Selain itu ia mengatakan AS tidak akan mencairkan aset Iran yang mereka bekukan.

Menurut pemberitaan Bloomberg News, Trump mengatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Iran terkait penghentian perang secara permanen mungkin akan berlangsung akhir pekan ini. Meski begitu laporan tersebut tak merinci siapa yang memimpin delegasi AS. 

Trump juga berkata dirinya mungkin akan terbang ke Pakistan untuk menandatangani kesepakatan yang tercapai. "Sebagian besar poin utamanya telah disepakati, dan prosesnya akan cepat," kata Trump dalam wawancara telepon singkat bersama Bloomberg News seperti dikutip Sabtu (18/4).

Putaran pertama negosiasi berlangsung akhir pekan kemarin, tetapi gagal mencapai kesepakatan meski pembicaraan berlangsung lama. Gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati dengan Pakistan sebagai penengah juga akan berakhir awal pekan depan.

Saat ditanya apakah moratorium program nuklir Iran akan berlangsung selama 20 tahun, Trump berkata penghentiannya tak akan memiliki jangka waktu tertentu. Meski demikian, rincian dari kesepakatan yang tengah dibahas masih belum dapat dipastikan.

Wawancara tersebut berlangsung beberapa jam setelah Axios melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan mencairkan dana Iran sebesar 20 miliar dolar AS yang dibekukannya sebagai imbal balik atas penyerahan cadangan uranium dari Teheran. Tetapi, Trump membantah pencairan dana untuk Iran tersebut tengah dipertimbangkan.

Sementara itu terkait gencatan senjata Lebanon-Israel yang tercapai atas bantuannya, Presiden AS berkata pihaknya akan membantu mengembangkannya menjadi kesepakatan yang berkelanjutan.

"Kita tidak akan terus mengebom Lebanon dan kita tidak akan membiarkan pihak lain melakukannya. Kita akan memperbaiki Lebanon," ucap Presiden AS, menambahkan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...