Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Tak Bisa Diterima

Hari Widowati
11 Mei 2026, 06:57
Trump, Iran, proposal perdamaian
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut proposal perdamaian terbaru dari Iran "sama sekali tidak dapat diterima" di saat kedua negara berjuang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut proposal perdamaian terbaru dari Iran "sama sekali tidak dapat diterima" di saat kedua negara berjuang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, pada Minggu (10/5), seperti dikutip CNN.

Media pemerintah Iran memberitakan, Iran mengirimkan proposal terbarunya melalui mediator Pakistan pada Minggu (10/5) pagi. Trump telah mengambil sikap keras terhadap program nuklir Iran, yang ditentang oleh Teheran.

Trump menyebut Iran bermain-main dengan menunda-nunda negosiasi damai. “Iran telah mempermainkan Amerika Serikat, dan seluruh dunia, selama 47 tahun (TUNDA, TUNDA, TUNDA!),” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Tidak jelas apakah AS telah meninjau proposal terbaru Iran. Trump tidak secara langsung menyebutkannya dalam unggahannya. Trump kemudian mengatakan bahwa Iran “tidak akan tertawa lagi!”

"AS menetapkan garis merah yang sangat jelas dalam proposal terbarunya. Presiden Trump telah menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir dan mereka tidak dapat menyandera perekonomian dunia," kata duta besar AS untuk PBB Mike Waltz kepada Fox News Sunday.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengambil nada menantang, bahkan ketika negosiasi berlangsung pada hari Minggu (10/5). Iran menolak untuk menyerahkan pengayaan uraniumnya kepada AS. 

“Kami tidak akan pernah menundukkan kepala di hadapan musuh, dan jika pembicaraan tentang dialog atau negosiasi muncul, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” kata Pezeshkian dalam unggahannya di X.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...