Iran Ingatkan Inggris dan Prancis Agar Tak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Iran mengingatkan Inggris dan Prancis agar tak mengirimkan kepal perang ke Selat Hormuz. Teheran mengancam akan merespons dengan keras jika dua negara tersebut mengirimkan kapal perang mereka.
Pernyataan ini disampaikan usai Kementerian Pertahanan Inggris akan mengirimkan kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan misi internasional untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
"Pengerahan dan penempatan kapal perusak dari luar kawasan di sekitar Selat Hormuz, dengan dalih 'melindungi pelayaran', tidak lain adalah peningkatan krisis," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Minggu (10/5) dikutip dari Independent.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan misi tersebut, yang direncanakan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, hanya akan dilaksanakan setelah Perang Iran berakhir.
Amerika Serikat dan Iran telah melakukan gencatan senjata sejak April 2026. Namun, Washington dan Teheran saling menuduh melancarkan serangan di Selat Hormuz, akses dari seperlima jalur distribus minyak dan gas dunia.
Beberapa jam sebelum ancaman ke Inggris dan Prancis, Iran telah menanggapi proposal perdamaian yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Iran menuntut mengakhiri semua fornt perang, termasuk di Lebanon.
Merek juga menuntut keselamatan lalu lintas perairan Selat Hormuz. Tak hanya itu, Iran meminta ganti rugi atas semua kerusakan yang terjadi akibat perang.
Mendapatkan tuntutan tersebut, Trump mengatakan tak suka dengan tawaran Iran. "SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA," kata Trump dalam akun Truth Social, Minggu (10/5).
Sedangkan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani memperingatkan bahwa penggunaan Selat Hormuz sebagai alat untuk menekan hanya akan memperdalam krisis di Teluk. Ia meminta Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk menanggapi upaya mediasi demi mengakhiri perang.
