Trump Klaim Batalkan Serangan Besar ke Iran, Syaratkan Kesepakatan Segera

Agustiyanti
2 Agustus 2026, 10:33
trump,iran, as , perang
Instagram/White House
Presiden AS Donald Trump.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah membatalkan serangan terhadap Iran. Namun, penundaan serangan itu bergantung pada tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.

Hal tersebut dinyatakan Trump dalam unggahannya di Truth Social. Trump menyebut, kesepakatan yang dimaksud mencakup pembukaan segera Selat Hormuz dan mengakhiri "ancaman nuklir Iran".

Pengumuman itu muncul di tengah laporan media AS bahwa AS mungkin telah merencanakan serangan intensif baru terhadap Iran selama akhir pekan. Trump menyebut kesepakatan ini juga disetujui oleh Israel. 

Teheran sebelumnya menuduh AS meningkatkan ketegangan, dengan mengatakan bahwa negara regional mana pun yang bekerja sama dengan Washington akan "terbakar oleh api perang".

Adapun dalam unggahan terbarunya, Trump mengatakan bahwa AS sebenarnya siap siaga dan siap untuk melawan Republik Islam Iran, pada tingkat Teror Militer, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II". Namun, ia membatalkan serangan tersebut setelah diminta oleh Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah untuk menunda serangan apa pun agar kesepakatan dapat tercapai.

Pemerintah AS sebelumnya telah mendesak warga Amerika di seluruh Timur Tengah untuk waspada dan siap meninggalkan wilayah tersebut "jika terjadi eskalasi" di kawasan itu.

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," demikian bunyi peringatan keamanan pada Sabtu (1/8), seperti dikutip dari BBC. 

Berdasarkan sejumlah sumber yang dikutip CBS News, Amerika Serikat dan Israel berencana melancarkan salah satu rencana pengeboman terbesar hingga saat ini terhadap target infrastruktur energi di Iran. Rencana tersebut muncul selama rapat kabinet Trump pada Jumat (31/7).

Selama rapat tersebut, Trump terdengar mengatakan saat wartawan masih berada di ruangan bahwa mereka  akan menyerang Iran dengan sangat keras. "Pada suatu saat, mereka akan berkata, 'Kita tidak tahan lagi," kata Trump.

Washington dan Teheran meningkatkan serangan antara keduanya sejak gencatan senjata pada April yang bertujuan untuk menghentikan perang gagal tercapai.

AS telah memblokade pelabuhan Iran dan mengebom situs-situs Iran, sementara Iran telah menembakkan rudal dan drone ke aset AS di berbagai negara di Timur Tengah dan menargetkan pengiriman di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak global.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...