ALMI Minta Litbang di Kementerian Dioptimalkan,Bukan Bentuk Badan Baru

Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
28 Maret 2019, 10:59
KSI
Katadata

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) meminta pemerintah lebih mengoptimalkan divisi atau bagian penelitian dan pengembangan (Litbang) yang sudah ada di setiap kementerian daripada membentuk lembaga atau badan penelitian yang baru.

 

Advertisement

Sekretaris Jenderal Berry Juliandi menegaskan, baik ALMI maupun Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sudah mengutarakan pendapat berkali-kali ke Dewan Perwakilan Rakyat maupun stakeholder yang lain dalam berbagai pertemuan bahwa urgensi dari pembentukan lembaga baru itu belum dikaji secara matang. Saat ini tidak ada kepentingannya untuk membentuk sebuah badan riset yang baru lagi.

 

ALMI menilai, Litbang di setiap kementerian itu sudah ada, tapi yang belum dilakukan adalah memaksimalkan fungsi dan tata kelolanya. Sekarang ini sudah ada lembaga yang memberi masukan ke Presiden, sudah ada yang memberikan masukan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta sudah ada juga lembaga yang melakukan penelitian, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau perguruan tinggi.

 

“Sebenarnya tinggal menata yang sudah ada saja. Tidak perlu membuat lembaga baru. Cukup memetakan kementerian atau lembaga mana yang melakukan penelitian dan mana yang benar-benar melakukan kajian terapan.  Kementerian atau lembaga yang ada itu harus melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” kata Berry saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jumat, 22 Maret 2019.

 

Menurut Berry, sebetulnya yang perlu dibenahi adalah tugas pokok dan fungsi dari Litbang yang ada. Litbang harus lebih diarahkan ke pengambilan kebijakan untuk mendukung pengambilan kebijakan di tingkat kementerian, bukan untuk melakukan hard science, yang benar-benar melakukan riset dan penelitian. Kecuali di kementerian-kementerian tertentu, seperti Kementerian Kesehatan atau Kementerian Pertanian, yang memang perlu melakukan riset dan penelitian.

 

Selama ini seringkali terjadi saling tumpang tindih atau overlapping dan itu akibat dari kebijakan pemerintah sendiri, bukan semata-mata kesalahan dari lembaga riset.

 

“Seperti yang terjadi sekarang, perguruan tinggi yang seharusnya ada di bidang pendidikan penelitian, juga diminta sampai ke hilir, sampai ke inovasi. Padahal, ini kan seharusnya tugas dari badan atau lembaga yang lain,” kata Berry dari  Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB ini.

 

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement