Dibandingkan NU, Jaringan Majelis Taklim Lebih Penting dalam Pemilu

Dimas Jarot Bayu
18 Oktober 2018, 17:20
Ilustrasi Jamaah Muslim
Antara

Dalam survei tadi juga terlihat bahwa majelis taklim lebih berpengaruh di provinsi dengan pemilih muslim lebih dari 80, yaitu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Di wilayah ini, 35,2 persen responden menilai majelis taklim sebagai jaringan sosial terpenting. Sementara, 26,6 persne ditempati NU dan 6,4 persen lainnya Muhammadiyah.

Pada provinsi dengan pemilih muslim 67 - 80 persen, responden yang menyatakan majelis taklim sebagai jaringan sosial terpenting berkurang hingga menjadi 17,7 persen. Sebanyak 11,6 persen responden memilih NU dan 6 persen Muhammadiyah.

Advertisement

Begitu pula kondisi di provinsi dengan pemilih muslim di bawah 67 persen. Hanya 20,1 persen pemilih yang menilai majelis taklim sebagai jejaring terpenting. Sementara, 6,1 persen responden memilih NU dan 4,5 persen Muhammadiyah. “Di tempat yang pemilih muslimnya besar, daya jangkau majelis taklim sepertiga pemilih,” kata Eep. “Karena itu tidak bisa dipandang remeh.”

Analisis jaringan sosial terpenting ini diolah Polmark berdasarkan 106 survei di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota sejak 2013 hingga 2018. Masing-masing survei diambil melalui metode multistage random sampling. (Baca juga: Survei LSI: PDI Perjuangan Berpotensi Menjadi Partai Paling Kuat).

Untuk survei nasional, jumlah responden sebesar 2.250 dan 2.600 dengan tingkat kesalahan alias margin of error masing-masing 2,1 dan 1,9 persen. Jumlah responden untuk survei di tingkat provinsi sebesar 1.200 orang dengan tingkat kesalahan 2,9 persen. Sementara, survei di tingkat kabupaten dan kota diperoleh dari responden sejumlah 880 orang dan 440 orang dengan tingkat kesalahan 3,4 dan 4,8 persen.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement