Jokowi Cerita Pernah Tolak Negara Maju Soal Ekspor Bahan Mentah

Image title
22 Desember 2021, 18:53
Jokowi
Katadata
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi (kiri) melakukan kunjungan ke kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021).ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia harus mendorong  industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam (SDA). 

Dalam pidato perayaan Hari Ulang Tahun ke-7 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jokowi mengatakan Indonesia harus berhenti mengekspor bahan mentah. Setelah berhenti melakukan ekspor nikel mentah, tahun depan Presiden menargetkan agar ekspor mentah bauksit juga dihentikan. Kemudian ia berharap agar eskpor bahan mentah tembaga dan timah juga dihentikan secara berurutan.

Advertisement

"Nilai tambah harga dan lapangan kerja itu ada semuanya di dalam negeri tetapi musuhnya memang negara-negara maju," ujar Jokowi dalam pidatonya pada Rabu (22/12).

Jokowi kemudian menceritakan pengalamannya saat gelaran forum kerja sama multilateral Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diadakan di Roma sekitar dua bulan yang lalu. Dalam forum tersebut bersama dengan 16 negara lainnya perwakilan Indonesia sudah berkumpul untuk menandatangani persetujuan melepas rantai pasok (supply chain) SDA kepada sejumlah negara.

Awalnya Jokowi berpikir apakah perjanjian tersebut dinilai bagus dan menguntungkan bagi Indonesia. Namun, Jokowi menolak tandatangan karena diminta untuk mengekspor bahan mentah. Menurut Jokowi beberapa negara memang hanya mengincar Indonesia sebagai pasokan bahan mentah.

"Begitu mau masuk ke ruangan 'ndak ndak ndak kita engga ikut'. Semuanya bubar enggak jadi yang namanya ini (perjanjian). Hanya gara-gara kita engga mau tanda tangan semuanya jadi buyar lagi karena saya tahu juga ini yang diincer sebenernya hanya kita aja," ujar Jokowi.

Halaman:
Reporter: Nuhansa Mikrefin
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement