Tiga Menteri Berkolaborasi Bahas Perdagangan dan Industri di TIIWG G20

Andi M. Arief
8 Februari 2022, 17:27
G20, G20 Bali, KTT G20, G20 Bali Summit, KatadataG20
Biro Humas Kemendag
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar Inaugurasi Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 yang dilaksanakan secara hibrida, Jakarta, Selasa (8 Feb).

Indonesia akan menggelar Trade,  Investment, and  Industry  Working  Group  (TIIWG) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, September mendatang. Pertemuan yang merupakan rangkaian dari penyelenggaraan G20 tersebut akan membahas enam isu prioritas.

Enam isu tersebut di antaranya reformasi Organisasi Dagang Dunia (WTO), peran perdagangan multilateral untuk memperkuat pencapaian sustainable development goals (SDG), dan bagaimana respon perdagangan, investasi, dan industri terhadap pandemi dan arsitektur kesehatan global.

Tiga isu lainnya perdagangan digital dan rantai nilai global yang berkelanjutan, memacu investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global,  serta industrialisasi inklusif dan berkelanjutan melalui Industri 4.0. 

Forum Trade,  Investment,  and  Industry  Working  Group akan melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Investasi (Kemeninves), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sinergi ketiga kementerian ini dinilai sebagai bentuk komitmen  dalam  mendukung  penuh  Presidensi  G20  Indonesia  2022  untuk  pemulihan  ekonomi global  melalui  peningkatan  peran  perdagangan,  investasi,  dan  industri. 

"Kita mempunyai tema recover together, recover stronger. Ini diejawantahkan untuk mendapatkan tiga subtema: ekonomi inklusif, bagaimana kita bicara tentang transformasi digital, dan transisi energi hijau," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/2).

Mantan Dubes RI untuk Jepang tersebut menilai penyelesaian masalah arsitektur global menjadi kunci dalam menghadapi pandemi Covid-19 secara global. Selain itu, penyelesaian pandemi Covid-19 dinilai harus sangat inklusif agar permasalahan Covid-19 tuntas. 

Di samping itu, Lutfi juga mengajukan agar forum Trade,  Investment,  and  Industry  Working  Group juga membahas cara menghadapi potensi pandemi pada masa depan. 

"Pandemi ini mengajarkan tidak ada orang yang boleh ditinggalkan dan tidak ada yang selama sampai semua selamat. Varian Covid-19 ini tidak selesai-selesai kalau tidak (inklusif)," kata Lutfi. 

 Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut mencontohkan pentingnya inklusifitas pada pertemuan WTO silam. Pertemuan tersebut gagal karena satu Menteri Perdagangan asal benua Afrika yang belum divaksin.

Pada saat yang sama, pertemuan WTO itu diadakan di Eropa yang notabenenya memiliki pasokan vaksin lebih besar dari total kebutuhan vaksin di Benua Biru. 

Di samping itu, Lutfi menekankan pemulihan ekonomi menjadi tanggung jawab bersama.

Dia menilai enam isu yang akan dibawa dalam TIIWG dan mendiskusikan  kepentingan ini  dengan  seluruh  negara  anggota,  pemangku  kepentingan,  dan  organisasi  internasional  bahwa  isu tersebut merupakan  isu  penting  dan  mendesak.   

 Menteri Investasi Bahlil  Lahadalia  mengatakan fokus pemerintah  dalam  memanfaatkan  momentum Presidensi    G20  yaitu  mendorong investasi berkelanjutan  dan  investasi  inklusif.

Menurutnya, setiap  investasi  yang masuk  bermanfaat  bagi  pengusaha  di  daerah,  dengan  adanya  keterlibatan  Usaha  Mikro,  Kecil,  dan Menengah  (UMKM).

"Yakinlah, sejak saya jadi Menteri Investasi, tidak ada satu pun investasi asing yang masuk tanpa kolaborasi (dengan pengusaha domestik), minimal dengan BUMN atau dengan pengusaha nasional di daerah. Jadi, jangan ada satu persepsi (bahwa) dengan forum G20 seolah-olah swasta nasional akan diabaikan," kata Bahlil. 

Bahlil mengatakan KTT G20 merupakan peluang yang tepat bagi swasta nasional. Menurutnya, ajang itu adalah momen yang tepat untuk "memaksa" pengusaha asing untuk berkolaborasi dengan pengusaha lokal. 

 Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan G20 tahun 2022 akan menjadi momen penting bagi sektor industri. Pasalnya, untuk pertama kalinya sejak g20 dibentuk, isu industri akan dibahas secara khusus pada tahun ini.

Hal  tersebut  merupakan  prakarsa  Pemerintah  Indonesia  untuk  menambahkan nomenklatur  industri  dalam  TIIWG. 

Oleh karena itu, pemerintah akan  mendorong  kolaborasi  negara-negara  G20  dalam  melakukan  terobosan  dan  aksi nyata  pada  sektor  perdagangan,  investasi,  dan  industri  guna  berkontribusi  lebih  besar  bagi pemulihan  ekonomi  global.

 Agus mengatakan bahwa industri manufaktur merupakan penyokong ekonomi terbesar di banyak negara. Namun pandemi menyebabkan industri ini mengalami kontraksi, sehingga aktivitas ekonomi di tingkat global terganggu.

Pertemuan  G20  TIIWG  akan  dibuka  dengan  keindahan  budaya  dan  keelokan  warisan  tradisi Indonesia  di  Kota  Solo.

"Solo  akan  menampilkan  pencapaian  Indonesia  dalam  pengembangan  sektor  industri dan  mengajak  negara-negara  G20  berkolaborasi  dalam  memanfaatkan  teknologi  untuk  mencapai industri  yang  inklusif  dan  berkelanjutan,  untuk  pulih  bersama dan pulih lebih kuat,”  kata Agus. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...