Dampingi Anies, PKS Sodorkan Ahmad Heryawan jadi Cawapres
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid mengungkapkan partainya telah menyodorkan nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang. Nama itu telah disampaikan kepada Partai Nasional Demokrat yang mengusung Anies.
"PKS sendiri mengusulkan Ahmad Heryawan sebagai cawapres alternatif dalam komunikasi politik tiga pihak," kata Kholid kepada Katadata Rabu (19/10).
Ahmad Heryawan merupakan politisi PKS yang menjabat gubernur Jawa Barat selama dua periode. Di jajaran pengurus pusat PKS, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syura.
Menurut Kholid meski telah menetapkan nama, partainya masih terus mendiskusikan berbagai kemungkinan dengan Partai Nasdem dan Partai Demokrat. Ia mengklaim komunikasi politik antar ketiga partai masih berjalan dengan baik.
"Setiap pihak atau partai politik berhak usulkan aspirasinya, termasuk terkait pasangan Capres Cawapres," katanya.
Di sisi lain, Kholid mengakui Partai Demokrat telah mengajukan nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping Anies. Usulan itu akan dibahas dalam tim kecil di internal partai. Meski begitu, ia mengatakan PKS akan menghormati jika memang nantinya keputusan tersebut jika memang terjadi nantinya.
Lebih jauh, Kholid mengatakan ada tiga pertimbangan yang menjadi perhatian PKS dalam penentuan cawapres Anies. Pertama, pasangan mana yang paling potensial menang. Kedua, pasangan yang paling saling melengkapi. Ketiga, pasangan mana yg paling diterima oleh semua pihak.
Sebelumnya, Anies membeberkan tiga kriteria bagi pasangannya dalam kontestasi pilpres mendatang.
Pertama, yang memberikan kontribusi dalam kemenangan. Kedua, membantu memperkuat koalisi serta stabilitas koalisi. Lalu ketiga, bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif.
Sebelumnya usai menghadiri acara di kantor DPP Nasdem Senin (17/10) Anies Baswedan mengatakan saat ini ia baru sampai pada tahap menentukan kriteria sosok yang akan menjadi cawapres. Kriteria pertama adalah memberikan kontribusi dalam proses kemenangan. Selanjutnya bisa membantu memperkuat stabilitas koalisi. Sedangkan kriteria ketiga adalah bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif.
Meski telah memiliki kriteria ia mengatakan belum memikirkan soal nama yang akan menjadi cawapres. Menurut Anies saat ini ia masih akan fokus dalam membangun komunikasi dengan partai pendukung.
