Arah Politik Surya Paloh Mengubah Peta Reshuffle

Andi M. Arief
2 Februari 2023, 16:36
surya paloh, reshuffle, kabinet, jokowi
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan pidato politiknya dalam Perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Presiden Jokowi tak mengumumkan reshuffle atau perombakan kabinet pada Rabu (1/2). Kabar reshuffle pada hari yang bertepatan dengan merupakan Rabu Pon itu mereda usai pertemuan Jokowi dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh pekan lalu.

Surya membocorkan sedikit hasil obrolannya dengan Jokowi selama 1 jam 20 menit tersebut. Ia mengatakan persamuhan tersebut memastikan NasDem akan terus mendukung pemerintahan Jokowi.

Advertisement

"Kami memprioritaskan kepentingan publik yang merindukan pemerintahan yang kuat, tapi tetap menjaga empati nurani publik,” ujar Surya kepada wartawan di sela pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Rabu (1/2).

Selain menyatakan dukungan kepada pemerintahan Jokowi hingga 2024, Surya juga menguatkan hubungan dengan partai koalisi. Selain menyambangi Ketum Golkar, dia berencana bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri..

Sebelum Surya bertemu Jokowi, sempat tersiar kabar menteri NasDem akan disingkirkan usai mengusung Anies Baswedan pada 2024 nanti. Surya yang memilih merapat ke pemerintah mengubah hitung-hitungan rencana reshuffle.

"Surya Paloh juga sudah bertemu dengan Luhut Pandjaitan, sepertinya menjadi jembatan dengan Jokowi," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin pada Senin (30/1).

Namun Ujang mengatakan, reshuffle masih akan tergantung keputusan Nasdem. Ia menjelaskan, partai tersebut berpotensi tersingkir dari kabinet jika memaksakan diri untuk mengusung Anies.

PENUTUPAN KONGRES PARTAI NASDEM
PENUTUPAN KONGRES PARTAI NASDEM (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)



Sebelumnya, Jokowi mengakui reshuffle tak hanya mempertimbangkan kinerja, namun konstelasi politik. Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Wasisto Raharjo Jati mengatakan pertimbangan politik tersebut membuat waktu reshuffle berpotensi tidak terjadi seperti biasanya.

"Kita tidak bisa menduga 100 persen kapan reshuffle akan terjadi. Itu tergantung dari presiden sendiri," kata Jati kepada Katadata.co.id, Rabu (1/2).

Jati menganalisis setidaknya ada tiga alasan kenapa reshuffle kali ini sangat beraroma politik. Pertama, manuver politik yang dilakukan oleh Partai Nasional Demokrat atau Nasdem.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement