Konstruksi Kawasan Inti IKN Capai 26 Persen per April 2023
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mencatat perkembangan konstruksi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara atau KIPP IKN secara umum telah mencapai 26% hingga saat ini. Pembangunan di kawasan inti IKN meningkat signifikan bila dibandingkan posisi Februari yang tercatat sebesar 15%.
Oleh karena itu, Suharso menilai perkembangan konstruksi di KIPP IKN telah cukup maju. Ini termasuk Bendungan Sepaku Semoi yang akan segera difungsikan.
"Kemajuannya sekarang sudah di angka 26%, ketika bapak presiden hadir di sana masih 15 persen. Mudah-mudahan ini ada percepatan konstruksi," kata Suharso dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Rabu (12/4).
Sebagai informasi, total konstruksi infrastruktur yang terjadi di IKN mencapai 31 proyek. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan progres fisik infrastruktur IKN berjalan baik sesuai dengan tiga prinsip utama.
Prinsip yang dimaksud adalah menjamin kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan. Secara sederhana, Basuki berencana meminimalisir penebangan pohon di kawasan proyek dan sekitarnya.
"Visi Smart Forest City harus menjadi panduan dan orientasi kita bekerja. Hati-hati, harus seminimal mungkin menebang pohon dan mengupas tebing. Justru kita manfaatkan pohon dan tebing yang ada untuk lansekap view kawasan yang bagus," ujar Basuki, yang dikutip dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/2).
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono mengatakan para pemenang lelang konstruksi IKN Nusantara telah memobilisasi peralatan konstruksinya masing-masing. Selain itu, sebagian komponen konstruksi telah masuk di lokasi konstruksi.
"Pada kuartal I-2022 nanti akan kelihatan sumbu kebangsaan seperti apa. Ada jalan akses barat, akses timur, kemudian istananya seperti apa," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/1).
Anggaran proyek IKN Nusantara terbesar pada tahun ini di bidang pembangunan gedung senilai Rp 10,3 triliun. Sementara itu, anggaran konstruksi dengan anggaran terbesar selanjutnya, konektivitas darat sejumlah Rp 8,7 triliun dan diikuti infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 1,1 triliun.
Sehinga, total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk proyek IKN Nusantara pada 2023 adalah Rp 20,8 triliun. Fokus konstruksi IKN pada tahun ini adalah pembangunan kompleks kantor wakil presiden dan jalan nasional akses ke KIPP IKN.
Untuk diketahui, pembangunan seluruh Ibu Kota Negara dijadwalkan terus berlangsung hingga 2045. Total biaya pembangunan IKN diperkirakan mencapai Rp 466 triliun dengan dana dari APBN kurang dari 20%.
Penggunaan uang negara bisa secara langsung maupun dengan skema pengelolaan aset negara dengan mekanisme PNBP. Sementara lebih dari 80% pembiayaan ibu kota baru akan melalui skema KPBU, investasi swasta, maupun BUMN dan BUMD.
