Kejagung Tindaklanjuti soal Aliran Dana BTS ke Dito Ariotedjo dan DPR

Ade Rosman
27 September 2023, 17:17
kejagung
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung I Ketut Sumedana memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (9/8/2023)

Hakim Ketua Fahzal Hendri kemudian melanjutkan penggalian keterangan kepada Windi. Dikatakan Windi bahwa ia mendapatkan nomor telepon seseorang bernama Nistra dari mantan Direktur Utama BAKTI Anang Achmad Latif.

"Jadi saya mendapatkan nomor telepon dari Pak Anang, nomor telepon seseorang namanya Nistra," kata Windi. "Nistra itu siapa?" tanya Fahzal.

Advertisement

"Saya juga pada saat itu Pak Anang mengirimkan lewat Signal itu, Pak, itu adalah untuk K1," jawab Windi.

"Ya, itu makanya saya tidak tahu, Pak. Akhirnya saya tanya ke Pak Irwan, 'K1 itu apa?' Oh, katanya Komisi 1," jawab Windi.

Adapun Kejagung sebelumnya telah mengumumkan menyita uang Rp 27 miliar yang diserahkan Irwan melalui kuasa hukumnya Maqdir Ismail. Penyerahan uang itu menurut Maqdir sebagai bentuk pengembalian kerugian negara dari kliennya di perkara korupsi BTS. 

Halaman:
Reporter: Ade Rosman
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement