Istana Sebut Indonesia Masih Terus Lobi AS Buat Negosiasi Tarif Trump 32%

Muhamad Fajar Riyandanu
8 Juli 2025, 13:06
Presiden Prabowo Subianto saat menerima telepon dari Presiden Donald Trump, Kamis (12/6/2025).
Instagram
Presiden Prabowo Subianto saat menerima telepon dari Presiden Donald Trump, Kamis (12/6/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Istana Kepresidenan mengatakan pemerintah masih terus berupaya berunding dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait penetapan tarif resiprokal 32% terhadap produk asal Indonesia mulai 1 Agustus mendatang.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, mengatakan Tim Negosiasi telah tiba di Washington, D.C. untuk melanjutkan perundingan soal pengenaan tarif tersebut.

Hasan mengatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tengah dalam perjalanan menuju D.C setelah bertolak dari Brasil usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro.

“Pagi ini tim negosiasi kita yang akan melanjutkan diskusi sudah berada di D.C. Dan Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sedang dalam perjalan dari Rio menuju D.C,” kata Hasan dalam konferensi pers di Kantor Komunikasi Kepresidenan, Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada Selasa (8/7).

Langkah cepat delegasi diplomatik ke AS untuk menegosiasikan tarif impor resiprokal atau timbal balik ke Indonesia hingga 32% ini menyusul sikap Trump yang mengumumkan bahwa penerapan tarif baru akan dimulai pada 1 Agustus mendatang.

“Sebenarnya jeda waktu yang diberikan oleh AS berakhir tanggal 9 Juli besok. Tapi kemudian dalam keterangan terbaru yang diberikan oleh Presiden Trump itu dimulainya 1 Agustus. Artinya, dia mundurkan waktu untuk memberikan ruang untuk perpanjangan negosiasi dan diskusi,” ujar Hasan.

Hasan enggan menguraikan lebih lanjut terkait tawaran atau proposal teranyar yang akan disampaikan oleh Tim Negosiasi kepada pihak AS nantinya. Ia hanya menyebutkan bahwa keterangan lanjutan akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto setelah tiba di D.C.

“Untuk keterangan lengkapnya nanti mohon bersabar, kita tunggu Bapak Menko Perekonomian sampai di D.C dan bisa menyampaikan update kepada kita semua,” kata Hasan.

Pemerintah optimistis Tim Negosiasi dapat meraih hasil progresif mengingat hubungan bilateral antara Indonesia dan AS selama ini berjalan baik. Menurut Hasan, situasi itu bisa menjadi modal sosial untuk memperlancar diskusi dan negosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal.

“Ada beberapa minggu kesempatan kita untuk bernegosiasi. Pemerintah sangat optimis dengan negosiasi karena kita berhubungan baik dengan semua negara, termasuk AS,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...