Top News: BI Rate Turun dan Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan
Selamat datang dalam ringkasan berita terbaik kemarin dalam Top News Katadata.co.id, yang merangkum lima berita paling banyak diakses. Keputusan BI Rate yang kembali turun memicu respons menarik dari investor asing, terlihat dari aksi borong saham BBRI dan pelepasan saham BBCA serta BMRI. Sementara itu, antisipasi rilis laporan keuangan Bank Mandiri Semester I yang akan diumumkan besok juga menjadi sorotan utama pasar.
Dinamika pasar turut diwarnai pergerakan IHSG yang ditutup naik 0,27%, berkat melesatnya saham teknologi seperti MLPT dan EMTK. Di sisi lain, ranah hukum juga hangat dengan gugatan Tutut Soeharto terhadap Menkeu Purbaya ke PTUN, di mana Kementerian Keuangan telah memberikan tanggapannya. Kabar ini menambah daftar isu menarik yang menjadi perhatian publik sepanjang hari kemarin.
Tak ketinggalan, sektor pertambangan emas di Gorontalo, yang dulunya diincar VOC, kini menjelma menjadi ladang cuan bagi MDKA dan BRMS, menampilkan potensi kekayaan alam Indonesia. Berbagai kabar ini mencerminkan gambaran lengkap peristiwa ekonomi, hukum, dan pasar modal yang mendominasi perhatian publik. Mari selami lebih dalam detail dari setiap berita penting ini.
BI Rate Turun Lagi: Asing Borong Saham BBRI, Lepas Saham BBCA dan BMRI
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 151 miliar pada perdagangan kemarin (17/9) di tengah pengumuman *reshuffle* kabinet dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, meskipun IHSG berhasil menguat 0,85%. Mereka secara signifikan melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), namun memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang harganya turut menguat. Aksi jual bersih ini mempengaruhi pergerakan saham-saham perbankan besar tersebut.
Keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% pada 16–17 September 2025 merupakan langkah tak terduga yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.
Penurunan ini merupakan bagian dari serangkaian pemangkasan total 125 basis poin sejak September 2024, diiringi dengan penguatan likuiditas moneter dan kebijakan makroprudensial longgar. Lantas, bagaimana strategi BI ini akan lebih lanjut mempengaruhi pasar dan sektor perbankan, terutama saham-saham yang banyak dilepas investor asing?. Baca [berita selengkapnya di sini.
Bank Mandiri Rilis Laporan Keuangan Semester I Besok, Ini Kisi-Kisinya
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan merilis laporan keuangan audited semester I 2025, namun data unaudited per Juni menunjukkan adanya penurunan laba bersih. Laba bersih bank only tercatat Rp 23,78 triliun, turun 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan signifikan pada beban bunga dan beban operasional perusahaan.
Kenaikan beban bunga 30% dan beban operasional lainnya, termasuk biaya tenaga kerja, menekan laba bersih meskipun penyaluran kredit dan dana pihak ketiga tumbuh di atas 10%. Namun, di balik peningkatan beban tersebut, ada satu jenis biaya yang justru berhasil ditekan. Apakah penurunan biaya tersebut cukup signifikan untuk menopang kinerja Bank Mandiri di tengah tantangan operasional?
Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya ke PTUN, Kemenkeu Buka Suara
Putri Presiden RI ke-2, Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana atau Tutut Soeharto, secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (12/9), hanya empat hari setelah Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani, dan telah terdaftar dengan Nomor Perkara 308/G/2025/PTUN.JKT. Meskipun demikian, Kementerian Keuangan menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai gugatan yang menarik perhatian publik ini.
Saat ini, substansi tuntutan yang diajukan Tutut melalui kuasa hukumnya belum dirinci oleh pengadilan, dan perkara masih dalam tahap pemeriksaan persiapan. Sidang pemeriksaan persiapan pertama telah dijadwalkan pada Selasa (23/9), di mana majelis hakim yang akan menangani perkara ini juga sudah ditunjuk, meskipun identitasnya belum dipublikasikan.
Publik menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini, terutama untuk mengetahui apa langkah berikutnya yang akan diambil dalam proses hukum yang melibatkan keluarga Cendana dan menteri yang baru menjabat ini? Baca berita selengkapnya
Kilau Tambang Emas Gorontalo: Incaran VOC, Kini Jadi Ladang Cuan MDKA dan BRMS
Gorontalo telah lama menjadi incaran penambangan emas sejak era VOC, dengan deposit signifikan yang kini digarap oleh emiten seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Proyek Emas Pani milik MDKA di Pohuwato diperkirakan memiliki cadangan hingga 7 juta ons, sementara proyek BRMS di Bone Bolango memiliki estimasi sumber daya JORC sebesar 392 juta ton. Wilayah ini secara historis menyetorkan emas kepada VOC, menandakan potensi besar yang terus dieksplorasi.
Proyek Pani MDKA ditargetkan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik dengan produksi puncak hingga 500 ribu ons per tahun, dengan pengolahan emas pertama ditargetkan akhir 2025. BRMS, melalui PT Gorontalo Minerals, juga mengembangkan tambang di Bone Bolango dan telah melaporkan sumber daya 392 juta ton yang mengandung emas dan tembaga. Namun, kapan tepatnya MDKA akan memulai produksi komersialnya dan dari mana BRMS mendapatkan pendanaan signifikan untuk pengembangan proyek ambisiusnya ini?. Lanjut berita berikut.
IHSG Naik 0,27%, Saham Teknologi MLPT dan EMTK Melesat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,27% ke level 8.046 pada sesi pertama perdagangan Kamis (18/9), didorong oleh lonjakan harga saham di sektor teknologi yang mencapai 4,10%. Saham seperti PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melonjak 20% dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melesat 10,67%, kontras dengan saham sektor keuangan dan properti termasuk bank-bank besar yang justru terkoreksi. Dengan 303 saham menguat, volume transaksi mencapai 25,71 miliar saham senilai Rp 11,09 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi.
Di sisi lain, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi top gainer dengan kenaikan signifikan, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat nilai transaksi tertinggi. Meskipun ada pergerakan koreksi di beberapa sektor, analis Phintraco Sekuritas melihat indikator teknikal seperti MACD dan stochastic RSI menunjukkan kelanjutan tren naik serta momentum beli yang kuat. Jadi, bagaimana kelanjutan pergerakan IHSG di sesi berikutnya berdasarkan analisis teknikal ini?. Lanjut berita berikut
