Prabowo Dukung COP 30 Brasil, RI Bakal Investasi di Dana Abadi Hutan Tropis

Andi M. Arief
23 Oktober 2025, 16:48
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/10). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/10). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membantu inisiatif pemerintah Brasil dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2025 atau COP 30. Salah satu inisiatif dalam pengumpulan dana investasi untuk melestarikan hutan tropis.

Prabowo berencana pemerintah berinvestasi dalam kegiatan pengumpulan dana tersebut. Menurutnya, nilai investasi yang akan dilakukan Indonesia akan sama dengan yang akan dilakukan Brasil.

"Saya sudah menyampaikan bahwa Indonesia mendukung inisiatif yang dirintis Brasil. Karena itu, kami berkomitmen untuk menginvestasikan nilai yang sama dengan rencana investasi Brasil dalam inisiatif pelestarian hutan tropis," kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10).

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengatakan Indonesia menjadi mitra strategis dalam perjuangan menangani krisis iklim. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan tropis yang luas.

Lula menilai keterlibatan Indonesia dalam Dana Abadi Hutan Tropis menjadi penting. Menurutnya, salah satu strategi yang dilakukan pemerintahan Brasil dan Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim adalah bahan bakar nabati.

"Indonesia dan Brasil akan bekerja sama untuk transisi energi yang adil menuju ekonomi dengan sedikit polusi dan lebih berkelanjutan," kata Lula di Istana Kepresidenan Jakarta.

Sebelumnya, Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri, Tri Purnajaya, optimistis Indonesia segera menyerahkan dokumen Second Enhanced Nationally Determined Contribution atau Second SNDC dalam COP 30. Seperti diketahui, dokumen tersebut akan mengarahkan kebijakan iklim periode 2031-2051 ini merupakan peta jalan yang membawa Indonesia lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Tri mengatakan, komitmen iklim nasional perlu diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintahan baru. Menurut dia, sektor energi menjadi tumpuan penting dalam mewujudkan industrialisasi berkelanjutan.

“Komitmen Indonesia perlu disesuaikan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Kita juga bukan satu-satunya negara yang belum menyerahkan dokumen SNDC, baru sekitar separuh dari negara-negara pihak Perjanjian Paris yang sudah melakukannya,” kata dia.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai isu climate finance masih jadi pekerjaan rumah besar. Climate Finance pada awalnya di Copenhagen Accord menjanjikan pemberian bantuan kepada negara berkembang sebesar US$ 100 juta per tahun.

“Tapi menurut UNFCCC itu belum terealisasi, lalu New Collective Quantified Goals dari target 1,3 triliun dolar baru disepakati 300 miliar dolar,” kata Wamen Diaz, mengutip rilis resmi Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain fokus pada pendanaan, lanjut Diaz, delegasi Indonesia memanfaatkan COP30 sebagai momentum untuk memperkuat diplomasi karbon di tingkat global. Tahun ini, Paviliun Indonesia juga disuguhkan menjadi arena memperluas kerja sama dan transaksi karbon lintas sektor.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...